Senin, 22 November 2010 20:07 WIB Sport Share :

Suryo Agung gagal raih emas

Guangzhou — Sprinter andalan Indonesia, Suryo Agung Wibowo gagal meraih medali emas pada final lari 100 meter putra Asian Games XVI/2010 yang berlangsung di Stadion Utama Aoti, Guangzhou, Senin.

Suryo Agung finish di urutan ke-6 dengan catatan waktu 10,37 detik. Sementara itu medali emas nomor sprit 100 meter putra diraih atlet tuan rumah China, Lao Yi yang finish terdepat dengan catatan waktu 10.24 detik.

Medali perak nomor bergengsi itu diraih oleh Yasir Alnashri (Khazakstan) 10,26 detik dan perunggu oleh Barakat Al Harthi (Oman) 10,28 detik.

Catatan waktu yang diraih peraih emas Lao Yi, masih di bawah catatan rekor Asia atas nama Francis Samuel dari Qatar 9,99 yang dibukukan di Amman Jordania 25 Juli 2007.

Sementara itu, Francis Samuel yang sebelumnya diunggulkan menyabet emas Asian Games 2010, gagal menembus final nomor bergengsi itu setelah terkena diskualifikasi pada babak semifinal. Francis mencuri start pada kesempatan pertama semifinal heat ketiga, sehingga juri menyatakan pemegang rekor asia Asia itu terkena diskualifikasi.

Sementara itu medali emas lari 100 meter putri diraih oleh Chisato Fukushima (Jepang) yang membukukan waktu 11,33 detik. Perak diraih Guzel Khubbeiba (Uzbekistan) 11,34 detik dan perunggu menjadi milik sprinter Vietnam, vi Thi Huong dengan waktu 11,43 detik.

Namun, catatan waktu juara sprint Asian Games XVI/2010 itu masih di bawah rekor Asia 11,79 detik atas nama Li Xuemei.

Telat Start
Sementara itu, sprinter Indonesia, Suryo Agung mengakui kegagalannya bersaing untuk meraih medali 100 meter karena dirinya telat melakukan start.

“Saya telat start sehingga harus mengejar ketinggalan di langkah awal. Saya tidak tahu kenapa padahal saya sudah siap dan konsentrasi penuh,” kata Suryo Agung seusai lomba.

Menurut Suryo, selain telat start, sama sekali tidak ada kesalahan yang dilakukan bahkan ayunan larinya semakin maksimal , namun belum cukup untuk mengejar pelari di depannya.

Dari grafik penampilannya, Suryo sebenarnya menanjak. Catatan waktu pada heat pertama 10,42 detik, kemudian pada semifinal 10,40 detik dan di final menanjak tajam 10,37 detik.

“Bila start saya lebih bagus, pasti hasil akan beda. Mengamati ulangan gambar di layar monitor saya langsung `hilang` di langkah awal, dan itu saya rasakan,” kata Suryo Agung.

Suryo yang sebenarnya sangat optimistis untuk masuk minimal ke tiga besar itu, mengaku sudah mengeluarkan kemampuannya namun tetap gagal mencapai catatan waktu terbaiknya 10,17 detik. Suryo merupakan pemegang medali emas SEA Games 2009 Laos.

Sementara itu peraih medali emas Lao Yi menyatakan ia bisa memaksimalkan kecepatannya menjelang finish mengimbagi pelari terdepan.

“Saya tidak memimpin di awal lomba, namun mulai meningkatkan kecepatan menjelang akhir lomba,” kata Yao Yi seusai prosesi pengalungan medali.

Ant

lowongan pekerjaan
4 orang Penerjemah fasih berbahasa mandarin & 2 orang Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…