Senin, 22 November 2010 16:36 WIB Pendidikan Share :

Siswa asal Papua Curhat rendahnya kualitas pendidikan

Jakarta –– Pertemuan dengan Wakil Presiden Boediono tampaknya tidak mau disia-siakan peserta Olimpiade Astronomi Tingkat Asia-Pasifik atau Asian Pacific Astronomy Olimpiad (APAO) ke-VI asal Papua. Mereka curhat mengenai timpangnya pendidikan antara Jawa dengan Papua.

“Pak Wapres, pendidikan di Papua sangat jauh dengan yang ada di Jawa. Bagaimana ini menurut Bapak?” tanya Mendi Wey, peserta APAO dari SMA 1 Karubaga, Tolikara, Papua, kepada Boediono di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (22/11).

Menjawab pertanyaan tersebut, Boediono mengatakan, pemerintah ingin semua anak di daerah manapun memperoleh kesempatan yang sama untuk mengembangkan kemampuan. Termasuk para siswa yang berada di Papua adalah bagian dari bangsa Indonesia.

“Jangan ragukan. Anak-anakku ini adalah bagian dari bangsa, nggak dibeda-bedakan antara satu sama lain. Ini tekad kita. Bangsa Indonesia itu bermacam-macam, cita-cita bersamalah yang merajutnya,” kata Boediono.

Menurutnya, dana untuk pembangunan di Papua sangat cukup, tinggal diarahkan ke berbagai sektor tak terkecuali pendidikan. Pemerintah pusat juga memiliki dana, sehingga nantinya bisa digabung dengan dana khusus tersebut.

Selain di bidang pendidikan, lanjut mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) ini, sektor kesehatan masyarakat Papua juga jadi perhatian. Lalu, infratruktur di Papua juga masih harus dikembangkan lagi.

Olimpiade Astronomi Tingkat Asia-Pasifik akan berlangsung pada 24 November hingga 5 Desember mendatang di Kabupaten Tolikara dengan peserta dari 8 negara. Indonesia mengirimkan 2 tim yang satu di antaranya siswa-siswi SMP-SMA dari Tolikara.


dtc/tya

lowongan pekerjaan
PT. BPR Mitra Banaran Mandiri, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pilkada, Demokrasi, dan Hantu Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (17/01/2018) dengan judul Demokrasi Kita dan Hantu Politik. Esai ini karya Muhammad Fahmi, dosen di IAIN Surakarta dan Doktor Kajian Budaya dan Media. Alamat e-mail penulis adalah fahmielhalimy@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Tahun 2018 sering dijuluki…