Senin, 22 November 2010 22:51 WIB Sragen Share :

Mobil pejabat Kemenag Sragen dirusak

Sragen (Espos)--Sebuah mobil Toyota Innova Nopol AD 8533 ME milik Masmis, seorang Kasi Urusan Agama Islam Kementerian Agama (Kemenag) Sragen dipecah kacanya Jumat (19/11) lalu. Akibatnya uang tunai yang diperkirakan senilai Rp 33 juta amblas disikat maling.

Dari penuturan korban Masmin saat ditemui wartawan di Kantor Kemenag Sragen, Senin (22/11), menerangkan kronologi pencurian tersebut. Peristiwa itu bermula saat Masmin hendak menghadiri kegiatan istigasah di Gedung Nahdlatul Ulama (NU) di Jl Cimandiri Sragen. Dia sampai di lokasi pengajian sekitar pukul 13.30 WIB, namun belum ada peserta. Kemudian dia tinggal ke Dukuh Ngledok untuk mengambil hasil <I>laundry<I>.

Masmin kembali ke Gedung NU sekitar pukul 14.30 WIB saat pengajian bakal dimulai. Setelah pengajian berjalan sekitar 30 menit, Masmin merasa kehausan dan memutuskan untuk ke luar gedung mengambil minuman di mobil. Sesampainya di lokasi parkir mobil di depan Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) lama, Masmin tersentak melihat kaca samping tengah sisi kanan pecah.

“Saya segera mengecek ke dalam mobil. Ternyata tas laptop di dalam mobil sudah tidak ada. Padahal di dalamnya ada sejumlah uang yang lumayan dan buku tabungan. Saya juga sempat menanyakan kondiri tersebut kepada dua orang pekerja di dalam Kantor BPS, mereka juga tidak tahu. Ya, mungkin musibah ini sudah menjadi ujian bagi saya,” kisahnya tanpa menyebut nilai uang yang tersimpan di tas laptop itu.

Salah satu pekerja di Kantor BPS Sragen, Agung, 42, mengungkapkan pihaknya tidak tahu mengahu soal pecahnya kaca mobil itu, karena tidak terlihat dari dalam kantor. Namun dia mendengar sebuah kendaraan roda dua melaju dengan suara nyaring ke arah timur. “Setelah saya keluar, ternyata ada sebuah mobil kacanya terbuka. Ternyata kaca mobil itu pecah. Untuk menghilangnya suara, kaca mobil itu disiram oli terlebih dahulu baru dipecah dengan benda keras. Di mobil itu masih terlihat bekas olinya saat itu,” sambungnya.

Menurut dia, kerugian korban sekitar Rp 33 juta. Nilai itu didengar Agung saat korban berbincang dengan majikannya yang tidak lain Kepala BPS Sragen Laeli Sugiyono. Peristiwa tersebut dilaporkan ke Mapolres Sragen dan saat ini masih dalam pelacakan petugas.

trh

lowongan pekerjaan
Perusahaan Outsourcing PLN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama Rakyat Awasi Pemilu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (05/01/2018). Esai ini karya Ahmad Halim, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kota Administrasi Jakarta Utara. Alamat e-mail penulis adalah ah181084@gmail.com Solopos.com, SOLO–Pemberlakuan UU No. 7/2017 tentang Pemilihan Umum (gabungan UU No. 8/2012, UU…