Senin, 22 November 2010 21:56 WIB Sragen Share :

Jalan 2,5 km ke keramba di Sumberlawang rusak parah

Sragen (Espos)–Jalan menuju lokasi karamba di Dukuh Kaliwuluh, Desa Ngargotirto, Sumberlawang sepanjang 2,5 kilometer (km) rusak parah. Warga setempat mengaku telah mengusulkan perbaikan jalan ke instansi terkait sejak tahun 2006, namun hingga kini belum ada realisasi.

Perangkat desa setempat bahkan mengaku telah tiga kali mengajukan proposal mengikuti pergantian pejabat kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU). Jalan rusak tersebut menjadi akses utama bagi hampir 1.000 kepala keluarga (KK) di tiga dukuh, yaitu Dukuh Kaliwuluh, Sidorejo dan Alas Kobong.

Warga Dukuh Sidorejo, RT 14 Ngargotirto, Wagimin, saat ditemui Espos, di lokasi setempat, Senin (22/11) mengungkapkan jalan menuju karamba Kaliwuluh sangat penting keberadaannya bagi masyarakat setempat. Sebab, jalan itu adalah jalan utama lalu lintas dari dan ke karamba.

Menurut dia, usulan warga untuk perbaikan jalan telah diajukan sejak 2006. Di tahun 2009, Bupati Sragen, Untung Wiyono bahkan telah berjanji memperbaiki jalan rusak pada tahun itu juga. “Waktu itu katanya sudah di <I>acc<I> dan katanya akan dibangun tahun 2009. Tapi sampai sekarang tidak ada kelanjutan,” tandas Wagimin.

Warga lain asal Desa Ngandul, Gino, menyayangkan kondisi jalan yang rusak parah. Dia, yang setiap hari harus bolah-balik di lokasi setempat mengaku kesulitan melintas lantaran aspal jalan mengelupas. Kerikil berhamburan di jalan. Beberapa lubang juga terlihat menganga di jalan selebar 3 meter tersebut. Seperti warga setempat, Gino juga berharap dinas terkait segera memperbaiki jalan, agar layak dilalui.

Sementara itu, ditemui terpisah, di kantornya, Kepala Desa (Kades) Ngargotirto Suparno membenarkan adanya usulan warga tersebut. Dia sendiri mengaku telah melanjutkan aspirasi warga dengan mengurimkan proposal ke DPU Sragen. Bahkan, demi mengikuti perubahan pejabat kepala dinas, pihaknya sampai tiga kali mengirim proposal.

“Sebelumnya, waktu masih Pak Darmawan, kami sudah kirim. Lalu ganti Pak Zubaidi dang anti lagi Pak Marijo, kami juga kirim lagi. Pak Bupati sendiri juga tahu, karena pernah meninjau lokasi. Tapi sampai sekarang, kami nanti-nanti juga belum ada kabar,” jelas dia.

Menurut Suparno, jalan menuju lokasi petani karamba di Dukuh Kaliwuluh tersebut sangat penting bagi kelancaran perekonomian warga setempat yang banyak berprofesi sebagai petani karamba. Jika jalan tetap dibiarkan rusak, tidak mustahil perkembangan usaha karamba akan hancur sedikit demi sedikit. Padahal karamba di Dukuh Kaliwuluh sebenarnya telah lebih dahulu berkembang dibanding karamba di Ngasinan.

Terkait hal itu, pihaknya berharap dinas segera menindaklanjuti usulan desa dengan memperbaiki jalan itu. Di Desa Ngargotirto, urainya, tidak hanya ada pusat petani karamba di Ngasinan namun juga di Kaliwuluh. Jika jalan menuju Ngasinan bisa dibangun begitu bagus, semestinya Pemkab juga memikirkan perbaikan kualitas jalan menuju lokasi karamba Kaliwuluh.

tsa

lowongan pekerjaan
PD.BPR BANK BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…