Senin, 22 November 2010 08:58 WIB News Share :

Dua opsi hentikan "kesombongan" Gayus

Jakarta–Gayus Tambunan meski telah disorot masyarakat, tetap saja melakukan tindakan yang menampar masyarakat dengan bebas menonton tenis meski statusnya masih di rumah tahanan.

Usulan pun bermunculan untuk membungkam “kesombongan” Gayus ini. Salah satunya dengan menyerahkan perkara ke KPK.

Namun menurut hakim konstitusi, Akil Mochtar, selain menyerahkan kasus tersebut ke KPK, ada cara lain yang jitu.

“Cara kedua adalah pembuktian terbalik,” kata Akil seperti dilansir detikcom, Senin (22/11).

Menurut Akil, pembuktian terbalik karena kasus Gayus telah masuk sidang pengadilan sehingga tidak bisa dilimpahkan ke KPK. Langkah satu-satunya yaitu dengan sistem pembuktian terbalik. Gayus harus membuktikan asal-usul dari mana kekayaan yang diperolehnya.

“Inisiatif pembuktian terbalik bisa datang dari hakim/ jaksa. Dan pembuktian terbalik ini diakui oleh UU 20/2001 tentang tindak pidana korupsi,” tegas Akil.

Selain pembuktian terbalik, langkah kedua adalah diambil alih penyidikan oleh KPK. Langkah ini dilakukan setelah persidangan yang berlangsung saat ini selesai. Hal ini dimungkinkan karena pengakuan Gayus berakibat efek domino sehingga masih bisa menyeret perkara/ pihak lain.

“Usai sidang sekarang, KPK bisa mengambil alih,” jelas Akil.

Pengambilalihan ini sesuai UU yaitu KPK mengambil alih perkara yang menarik perhatian masyarakat, terdapat upaya untuk menghambat dan dengan sengaja ada upaya untuk mengalihkan kasus.

“Upaya lain yang bersama yaitu pemiskinan dengan cara menyita aset, pembekuan kekayaan dan gugatan perdata,” tutup Akil.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
Gramedia Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pilkada, Demokrasi, dan Hantu Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (17/01/2018) dengan judul Demokrasi Kita dan Hantu Politik. Esai ini karya Muhammad Fahmi, dosen di IAIN Surakarta dan Doktor Kajian Budaya dan Media. Alamat e-mail penulis adalah fahmielhalimy@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Tahun 2018 sering dijuluki…