Senin, 22 November 2010 11:57 WIB News Share :

Asosiasi Pilot Garuda
Tidak benar pilot & kru Garuda mogok kerja

Jakarta--Tertundanya sejumlah penerbangan yang menggunakan maskapai Garuda, berujung pada isu tak sedap yang mengatakan bahwa pilot dan kru sedang mogok kerja terkait masalah internal. Namun kabar burung itu langsung dibantah oleh Asosiasi Pilot Garuda.

Presiden Asosiasi Pilot Garuda, Stephanus Gerrardus  mengatakan, batalnya sejumlah penerbangan sejak Minggu (21/11) kemarin tidak ada kaitannya dengan para kru. Itu murni kesalahan dari sistem yang ada di Garuda sendiri.

“Menanggapi peristiwa kemarin, saya ingin meluruskan tentang adanya kabar pembatalan itu karena para kru sedang mogok kerja. Dan saya tegaskan bahwa berita itu tidak benar, karena kita baik pilot maupun kru lainnya itu satu komando dalam asosiasi ini,” ujar Stephanus seperti dilansir detikcom, Senin (22/11).

Stephanus merasa heran kenapa insiden itu akhirnya bisa dibelokkan dengan mogoknya para kru. Sebab menurutnya, saat sejumlah jadwal penerbangan itu menjadi kacau, seluruh kru sudah berada di lapangan,

“Kita semua terbang sesuai dengan yang dijadwalkan kok. Lalu kenapa bisa akhirnya insiden yang membuat ribuan penumpang itu terlantar kemudian dibelokkan ke kita,” katanya.

“Harusnya pimpinan Garuda sampaikan yang sebenarnya dong, sebagai ketua jangan malah menutupi,” lanjut Stephanus.

Kabar adanya perbaikan sistem di Garuda sendiri, lanjut Stephanus sudah didengar sejak 3 hari lalu. Namun jika pada hari H nya terjadi peristiwa seperti ini para kru juga mengaku tidak mengerti.

“Karena jadwal kita semua yanga ada di lapangan juga akibatnya terganggu. Saya sendiri saja yang harusnya tiba dari Singapura sejak sore baru tiba pukul 01.00 WIB. Bahkan ada teman-teman yang tiba pukul 04.00 WIB,” imbuh Stephanus.

Sekali lagi Stephanus meminta Garuda untuk tidak mendiamkan kabar beredarnya tentang mogoknya para kru. Dia juga meminta kepada manajemen Garuda, untuk tidak memberangkatkan pilot yang baru saja tiba karena kekacauan sistem yang dilakukan Garuda.

“Kita nggak mungkin terbang dalam keadaan yang belum fit karena ini demi keselamatan penerbangan. Kita baru bisa beraktivitas kembali setelah istirahat beberapa saat,” tegasnya.

Sebelumnya akibat pembatalan sejumlah penerbangan kemarin, Garuda secara resmi telah meminta maaf atas ketidaknyamanan itu. Pihak Garuda juga membenarkan, kacaunya jadwal penerbangan tersebut dikarenakan maskapai milik pemerintah tersebut saat ini sedang menerapkan sistem baru.

“Selama ini kita punya 3 sistem yang memonitor pergerakan pesawat, ada sistem yang memonitor pergerakan para awak kabin, ada juga sistem yang memonitor jadwal penerbangan. Sistem ini masing-masing berdiri sendiri,” kata VP Corporate Secretary Garuda Indonesia Pujobroto, Minggu (21/11) malam.

Dari 3 sistem monitor yang awalnya dipisahkan, kini Garuda sedang menjajal penggabungan 3 sistem tersebut atau yang dikenal dengan istilah Integrated Operational Control System (IOCS). “Jadi sistem yang awalnya sendiri-sendiri kemudian diintegrasikan menjadi satu,” imbuhnya.

Namun demikian, meskipun sistem telah disiapkan dengan matang dan tentunya telah dilakukan beberapa kali uji coba, namun saat diterapkan sistem tersebut masih meleset dari harapan.

“Nah walaupun sudah disiapkan, disimulasikan, tapi karena ini menyangkut banyak data, maka masih ada kendala,” ucap Pujo membela diri.

Saat ini, menurutnya, Garuda Indonesia memiliki 580 pilot, 2.000 awak kabin, 2.000 pramugari dan pramugara, serta melakukan 2.000 penerbangan dalam sepekan.

“Jadi perubahan dari sistem lama ke sistem baru, meski sudah disimulasikan, sempat terjadi ketidaksinkronan data-data. Hal itu mengakibatkan kabin kru datang terlambat ke Bandara. Itu yang menyebabkan penerbangan tertunda,” tutup Pujo, Senin (22/11).

dtc/nad

lowongan pekerjaan
NSC FINANCE KARTASURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…