Minggu, 21 November 2010 16:44 WIB Pendidikan Share :

Kemdiknas anggarkan Rp 301,6 miliar untuk tanggap darurat bencana Merapi

Jakarta–Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) menyiapkan anggaran sebanyak Rp 301,6 miliar untuk tanggap darurat bencana Gunung Merapi di Jateng dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Dana tersebut akan digunakan untuk rehabilitasi sekolah, ruang kelas, dan pengadaan peralatan belajar.

“Kita akan memanfaatkan sisa anggaran atau anggaran yang tersedia di 2010 ini untuk dideliver dengan cepat. Dialihkan untuk (bencana) Merapi ini,” kata Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh dalam siaran pers yang diterima Espos dari Mediacenter Kemdiknas, Minggu (21/11).

Mendiknas menyampaikan, pengalihan dana ini akan dimintakan persetujuan terlebih dahulu kepada Kementerian Keuangan. Sementara, imbuh Mendiknas, dalam pelaksanaannya akan dilakukan melalui swakelola. Masyarakat pengungsi akan dilibatkan untuk bekerja memperbaiki kelas.

“Pengungsi akan dilibatkan untuk bekerja, sehingga ada cash yang dia bisa terima,” lanjutnya.

Suyanto menuturkan dari anggaran yang dialokasikan, sebanyak Rp 4,3 miliar sudah dapat langsung disalurkan untuk kegiatan tanggap darurat pada November-Desember 2010.

“Tidak perlu direvisi. Sudah bisa langsung dipakai. Uang dikirimkan langsung ke sekolah untuk pemberdayaan sekolah,” ujarnya.

Bantuan tanggap darurat yang telah diberikan oleh Kemdiknas diantaranya adalah pakaian seragam, tas, dan peralatan pendidikan. Berdasarkan data hasil koordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi DIY terdapat 33.262 siswa dan 2.989 guru yang mengungsi.

Sementara, dari 226 sekolah yang terkena dampak bencana Merapi sebanyak 40 sekolah rusak, 274 ruang rusak, dan 186 sekolah yang harus dibersihkan.

Adapun jumlah siswa yang mengungsi dari empat kabupaten di Provinsi Jawa Tengah sebanyak 20.640 orang. Jumlah sekolah rusak sebanyak 35 sekolah, ruang rusak 1 (SMK), dan 491 sekolah yang harus dibersihkan.

nad/*

lowongan peekrjaan
PT. Integra Karya Sentosa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…