Minggu, 21 November 2010 19:39 WIB News Share :

Banyak delay, Garuda Indonesia mengaku sedang menerapkan sistem baru

Jakarta — Maskapai Garuda Indonesia hari ini banyak mengalami delay untuk beberapa penerbangan di Tanah Air dan Singapura. Penyebab penundaan penerbangan ini lantaran maskapai milik pemerintah tersebut saat ini sedang menerapkan sistem baru.

“Selama ini kita punya 3 sistem yang memonitor pergerakan pesawat, ada sistem yang memonitor pergerakan para awak kabin, ada juga sistem yang memonitor jadwal penerbangan. Sistem ini masing-masing berdiri sendiri,” kata VP Corporate Secretary Garuda Indonesia Pujobroto saat dihubungi detikcom, Minggu (21/11) malam.

Dari 3 sistem monitor yang awalnya dipisahkan, kini Garuda sedang menjajal penggabungan 3 sistem tersebut atau yang dikenal dengan istilah Integrated Operational Controll System (IOCS). “Jadi sistem yang awalnya sendiri-sendiri kemudian diintegrasikan menjadi satu,” imbuhnya.

Namun demikian, meskipun sistem telah disiapkan dengan matang dan tentunya telah dilakukan beberapa kali ujicoba, namun saat diterapkan sistem tersebut masih melesat dari harapan.

“Nah walaupun sudah disiapkan, disimulasikan, tapi karena ini menyangkut banyak data, maka masih ada kendala,” Pujo membela diri.

Saat ini, menurutnya, Garuda Indonesia memiliki 580 pilot, 2.000 awak kabin, 2.000 pramugari dan pramugara, serta melakukan 2.000 penerbangan dalam seminggu.

“Jadi perubahan dari sistem lama ke sistem baru, meski sudah disimulasikan, sempat terjadi ketidaksinkronan data-data. Hal itu mengakibatkan kabin kru datang terlambat ke bandara. Itu yang menyebabkan penerbangan tertunda,” tutup Pujo.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
PT.SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…