Minggu, 21 November 2010 21:49 WIB Karanganyar Share :

Apkasi siap bantu korban Merapi

Karanganyar (Espos)–Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) siap menggalang kabupaten seluruh Indonesia untuk membantu recovery korban Merapi.

Sementara itu Apkasi menggelontorkan Rp 400 juta bantuan untuk empat daerah korban letusan Gunung Merapi. Bendahara umum Apkasi sekaligus Bupati Karanganyar Rina Iriani Sri Ratnaningsih di sela penyerahan bantuan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Magelang, Minggu (21/11), mengatakan empat daerah yang menerima bantuan adalah kabupaten Magelang, Boyolali, Sleman dan Klaten. Masing-masing daerah menerima bantuan senilai Rp 100.

Selain menyalurkan bantuan uang tunai, Rina mengatakan Pemerintah Kabupaten Karanganyar juga menyalurkan 1000 paket bantuan dan sayur mayur kepada korban merapi di Kabupeten Magelang. “Ini merupakan kunjungan kami yang ke lima di daerah korban letusan gunung merapi. Kami mengharapkan kondisi cepat pulih,” katanya.

Kedatangan Bupati Karanganyar bersama rombongan jajaran Muspida dan pejabat di lingkungan Pemkab Karanganyar ditemui secara langsung oleh Bupati Kabupaten Magelang Singgih Sanyoto. Rina mengatakan untuk me-recovery daerah korban letusan Gunung Merapi mestinya seluruh daerah di Indonesia ikut menyisihkan bantuan.

Dengan demikia, Rina berharap <I>recovery<I> tidak harus menggantungkan anggaran dari pemerintah pusat. “Intinya subsidi silanglah. Hal ini yang akan kami dorong dan menggalang supaya daerah lain juga terketuk hatinya untuk membantu <I>recovery<I> korban Merapi,” katanya.

Sementara itu dalam sambutannya Bupati Magelang Singgih Sanyoto menuturkan sedikitnya ada 80.000 jiwa pengungsi korban letusan gunung merapi. Menurutnya, untuk bidang ekonomi perdagangan dan pertanian paling parah terjadi di wilayah Kecamatan Srumbung. Di mana mayoritas penduduk mengandalkan hasil pertanian salak. Namun dari 2500-an hektare tanaman salak yang ada, dia menambahkan hampir 80% lebih rusak lantaran terkena abu vulkanik Gunung Merapi.

“Saat ini kami masih menghitung total kerugian. Dan untuk me-recovery semuanya terkendala dana,” tegasnya.

isw

lowongan pekerjaan
PT.Swadharma Sarana Informatika, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…