Minggu, 21 November 2010 15:50 WIB Sukoharjo Share :

Antisipasi kelangkaan elpiji, Disperindag perketat pengawasan

Sukoharjo (Espos)--Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sukoharjo memperketat pengawasan distribusi elpiji ukuran tiga kilogram demi mengantisipasi terjadinya kelangkaan.
Kepala Disperindag Sukoharjo, Supangat memaparkan Disperindag menyebar tim ke tiga titik Sabtu (20/11) kemarin.

Mereka memantau pendistribusian elpiji ukuran tiga kilogram di Kecamatan Sukoharjo, Kecamatan Tawangsari, serta Kecamatan Weru.

“Menjelang akhir tahun, pengawasan distribusi elpiji harus makin diperketat. Selain ketiga wilayah itu, kami juga mengawasi lokasi-lokasi lain di Sukoharjo,” jelas Supangat saat dijumpai wartawan di Gelora Merdeka, Sukoharjo, Sabtu (20/11).

Hasil pantuan tim pengawas yang diterjunkan Diperindagsar, imbuh Supangat, distribusi elpiji relatif lancar. Belum ditemukan indikasi kelangkaan di ketiga wilayah yang sudah dipantau tersebut. Namun, pantuan Dipserindagsar masih akan diteruskan hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Dia menjelaskan, saat ini harga elpiji ukuran tiga kilogram di tingkat distributor mencapai Rp 12.750/tabung. Sedangkan di tingkat pedagang eceran sekitar Rp 14.000-Rp 14.500/tabung. Harga tersebut, menurut Supangat, tidak melenceng dari  patokan resmi yang diberikan oleh Pemerintah Pusat melalui PT Pertamina selaku penyedia.

hkt

lowongan pekerjaan
STAFF ADMINISTRASI & KEUANGAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…