Sabtu, 20 November 2010 06:58 WIB Ekonomi Share :

Penerbangan internasional tunggu Astam dicabut

Solo (Espos)--Penerbangan internasional dari dan ke Solo diprediksi masih menunggu Australia mencabut peringatan Astam yakni peringatan bagi maskapai bahwa debu Merapi dinilai berbahaya bagi aktivitas penerbangan.

Demikian disampaikan Airport Duty Manager Bandara Adi Soemarmo Solo, Edy Martono, kepada Espos, Jumat (19/11).

Seperti diketahui, dua maskapai penerbangan internasional yakni Air Asia rute Solo-Kuala Lumpur serta Silk Air rute Solo-Singapura, sejak Selasa (2/11), menghentikan sementara penerbangannya dari dan ke Solo karena erupsi Merapi membuat kondisi udara dinilai tidak aman untuk penerbangan. Penghentian penerbangan, masih berlanjut hingga akhir pekan ini.

“Setiap hari kami selalu komunikasi dengan kedua maskapai terutama Air Asia. Tapi dari yang bersangkutan belum memberikan kepastian kapan akan terbang lagi. Dimungkinkan, pihak maskapai masih menunggu pihak Australia mencabut peringatan Astam,” kata Edy.

Karena, lanjut Edy, standar yang digunakan adalah dari Australia itu. “Australia belum cabut peringatan itu, jadi penerbangan internasional tetap belum berani terbang. Bahkan, untuk Bandara Adisutjipto Jogja sendiri memperpanjang masa close-nya hingga Sabtu (20/11) ini.”

Edy mengatakan, pada dasarnya saat ini kondisi bandara khususnya di Solo sangat aman untuk aktivitas penerbangan. Bahkan, jika memantau dari internet, dampak erupsi abu Merapi itu tidak lagi ke arah timur. Tetapi lebih condong ke arah laut Hindia.

Seperti diketahui sebelumnya, akses penerbangan di Bandara Adi Soemarmo Solo yang terganggu erupsi Merapi dinilai menjadi penyebab turunnya aktivitas pariwisata di Solo. Hal ini disampaikan Kabid Seni dan Budaya, Dinas Pariwisata dan Kebudayaa (Disparbud) Solo, Mufti Ali, yang memastikan penurunan wisatawan lebih banyak dari wisatawan asing. Sementara, untuk wisatawan domestik dinilai masih bergairah.

haw

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…