Sabtu, 20 November 2010 16:00 WIB News Share :

Merapi Golf dan Kali Kuning juga terkena awan panas

Sleman--Tidak hanya kawasan lereng selatan Merapi bagian atas di Desa Umbulharjo dan Desa Kepuharjo, Cangkringan Sleman saja yang terkena luapan material awan panas Merapi saat erupsi 5 November lalu.

Namun kawasan wisata dan bumi perkemahan Kali Kuning, yang berada di aliran Kali Kuning serta area atas Merapi Golf yang berdekatan dengan Kali Opak juga terkena.

Tidak hanya itu, tempat pemakaman massal korban erupsi pertama tanggal 26 Oktober lalu di Dusun Sidorejo Desa Umbulharjo juga dipenuhi material vulkanik. Namun gundukan dan kayu tanda makam serta batu-batu nisan makam lama masih kelihatan.

Informasi yang dilansir detikcom, Sabtu (20/11) menyebutkan, di sekitar Desa Umbulharjo dan Kepuharjo, sebaran material Merapi pada erupsi 5 November semakin luas.

Pada erupsi pertama 26 Oktober lalu, material hanya mengenai dusun Pelemsari, Ngrangkah dan Kinahrejo, tempat tinggal Mbah Maridjan, serta kawasan wisata Kaliadem Desa Kepuharjo saja.

Namun pada erupsi besar 5 November lalu, terjangan awan panas ke arah barat sampai Dusun Pangukrejo yang berada di sebelah timur Kali Kuning hingga Dusun Petung, Jambu, Kopeng Desa Kepuharjo, yang berada di sebelah barat Kali Gendol. Ratusan rumah di sekitar dusun tersebut hampir semuanya hancur dan hangus. Demikian pula hewan ternak juga banyak yang mati tak terselamatkan.

Kawasan padang golf, Merapi Golf yang ada di Desa Umbulharjo yang berada di sebelah barat Kali Opak, juga tak luput dari terjangan awan panas atau wedhus gembel. Padang rumput golf di bagian atas, yang berdekatan dengan kawasan Wonogondang juga terkena.

Rerumputan yang dulunya berwarna hijau dan tampak subur karena selalu disirami, kini layu, mengering sudah mati dan berwarna kecoklatan. Pohon kelapa, rimbunan pohon bambu, sengon dan lain-lain juga mengering dan mati.

Demikian pula tempat pemakaman massal korban erupsi pertama 26 Oktober yang menewaskan warga sekitar Kinahrejo tempat tinggal Mbah Maridjan yang berada di Dusun Sidorejo, juga sudah dipenuhi abu vulkanik. Namun abu dan material vulkanik tidak mengubur makam. Gundukan makam dan nisan lama masih tampak kelihatan.

Sementara itu, di Dusun Kopeng Desa Kepuharjo yang berada tidak jauh dari tempat pemakaman massal, saat ini kondisinya hancur dan rata dengan tanah. Material Merapi juga tampak memenuhi Kali Opak dan Kali Gendol yang mengalir di dekat dusun tersebut.

Hampir semua pepohonan mati dan sejauh mata memandang hanya timbunan material Merapi yang menggunung.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
marketing, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…