Sabtu, 20 November 2010 06:11 WIB News Share :

Menaker dan Meneg PP kunjungi rumah Kikim pagi ini

Cianjur–Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans), Muhaimin Iskandar dan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, Linda Gumelar akan mendatangi keluarga Kikim di Cianjur. Kedua menteri tersebut pagi ini dijadwalkan akan untuk menemui keluarga Kikim.

“Rencananya pukul 10.00 WIB  menteri ke rumah duka. Menteri ingin mengucapkan bela sungkawa,” terang kakak tertua Kikim, Atang Jaelani seperti dilansir detikcom, Sabtu (20/11).

Menurut Atang, dirinya dan suami Kikim, Ali Nurjaman alias Maman seyogyanya akan berangkat menuju Jakarta. Namun setelah berkordinasi dengan pihak Kemenakertrans dan BNP2TKI, dirinya urung ke Jakarta.

“Kita sambut dulu, setelah menteri datang saya dan Maman akan ke Jakarta untuk ngurus masalah almarhumah adik saya,” terang kakak tertua dari 6 bersaudara ini.

Menurut Atang, dirinya dan Maman adalah perwakilan dari pihak keluarga yang akan terbang ke Arab Saudi untuk menjemput jenazah adik bungsunya tersebut. Pihak BNP2TKI dan PJTKI sudah bersedia untuk membawa keduanya ke negeri Haji tersebut.

“Saya mewakili orang tua, dan Maman selaku suami. Kita sudah diurus dan nantinya akan diberangkatkan ke Arab Saudi,” terangnya.

Sebelumnya, BNP2TKI melakukan pertemuan dengan pihak PJTKI dan konsorsium asuransi. Hasilnya, kedua pihak tersebut bersedia memberikan hak-hak bagi Kikim atau ahli warisnya.

PJTKI yakni PT Bantal Perkasa Sejahtera bersedia untuk memberikan uang duka kepada keluarga atau ahli waris serta menyelesaikan pengurusan dokumen penentuan/keputusan keluarga untuk pemakaman. Dokumen itu lazimnya diminta oleh perwakilan RI.

Selain itu, PT Bantal Perkasa juga akan menyelesaikan dokumen untuk penuntutan hukum dan memfasilitasi pendampingan hukum di negara penempatannya. Disepakati pula, perusahaan itu akan memfasilitasi biaya pemulangan jenazah dari Bandara Soekarno Hatta hingga pemakaman di daerah asalnya, termasuk pemberian fasilitas penjemputan keluarga bagi 1 orang dari Indonesia ke Arab Saudi dengan besaran Rp 15 juta hingga Rp 20 juta.

Sedangkan pihak konsorsium asuransi, yakni PT Dhaman Syamil bersedia memberikan santunan kematian senilai Rp 55 juta. Kepulangan jenazah dari negara penempatan hingga pemakaman di daerah asal pun akan difasilitasi konsorsium ini.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…