Jumat, 19 November 2010 11:23 WIB News Share :

Zona bahaya dipersempit, 80.000 pengungsi akan bergerak

Jogja–Mulai pagi ini, zona bahaya di Kabupaten Sleman dipersempit dalam jarak yang
bervariasi. Diperkirakan sekitar 80.000 pengungsi akan melakukan pergerakan ke tempat asal mereka.

“Jumlah total pengungsi yang ada 272.164 orang. Dengan langkah yang diambil pagi ini maka dimungkinkan sekitar 80 ribu pengungsi akan bergerak,” ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif dalam jumpa pers di Media Center, Jl Kenari 14, Jogja, Jumat (19/11).

Jumlah tersebut mayoritas berasal dari pengungsi yang ada di wilayah Sleman. Selain itu untuk Kabupaten Magelang dan Boyolali juga disinyalir turut menyumbang pergerakan pengungsi, karena di wilayah tersebut juga mengalami penyempitan zona bahaya.

Syamsul mengatakan bahwa satuan TNI dan Polri dilibatkan dalam mengamankan proses pergerakan pengungsi yang dimungkinkan mulai terjadi pada hari ini.

Meski begitu TNI dan Polri juga tetap melakukan penjagaan untuk kawasan pengungsian selama 24 jam per hari seperti pada waktu sebelumnya.

“Bapak Presiden juga sudah kami lapori. Namun yang perlu diingat, bahwa status masih tetap awas,” terang Syamsul.

Dalam kesempatan ini, Syamsul juga mengimbau bahwa meski sudah zona bahaya sudah dipersempit, kegiatan terkait pariwisata agar jangan dulu dilakukan.

Hal tersebut dikarenakan orang yang bestatus ‘melancong’ tidak tahu banyak tentang kondisi Merapi dan ditakutkan akan bertindak gegabah.

“Orang yang berwisata itu kan tidak tahu apa-apa tentang situasinya. Nanti yang kami takutkan mereka melangkah ke area yang masih berbahaya,” papar Syamsul.

Pemerintah melalui Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) pagi ini telah mengumumkan bahwa radius bahaya di kawasan Merapi kembali dipersempit. Kabupaten Sleman yang pada penyempitan radius bahaya ‘jilid 1’ tak diturunkan jaraknya kali ini mendapat kabar gembira.

Untuk wilayah di sebelah barat Kali Boyong radius bahaya menjadi 10 km. Sedang yang berada di timur sungai tersebut sampai ke Kali Gendol, radius bahaya menjadi 15 km. Untuk wilayah Magelang dan Boyolali juga mengalami penurunan yakni masing-masing 5 dan 10 kilometer.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…