Jumat, 19 November 2010 19:01 WIB Klaten Share :

Pasien korban Merapi diamputasi

Klaten (Espos)–Korban-korban luka bakar letusan Gunung Merapi yang dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Klaten terpaksa kehilangan sepasang kakinya karena mengalami penyumbatan pada pembuluh darahnya.

Mereka ialah Ny Waginem, 55, dan Ny Bariyah, 60 yang merupakan warga Balong, Desa Binomartani, Kecamatan Ngemplak, Sleman. Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUP, dr Puspita Laksmintari SpKK menjelaskan kedua pasien itu terpaksa harus menjalani amputasi pada kedua kakinya karena kondisinya memang mengkhawatirkan.

Hal itu ditandai dengan terjadinya pembusukan pada kedua kakinya, sehingga jika tak diamputasi justru bisa memperparah kondisi kesehatan pasien.

“Luka bakarnya sudah menganggu sistem jaringan pembuluh darah. Pembuluh darah sudah tidak berfungsi baik,  sehingga mau tidak mau harus diamputasi,” paparnya kepada Espos, Jumat (19/11)

Dia menjelaskan, salah satu pasien, Ny Bariyah semula menolak untuk diamputasi. Bahkan ketika pihak RSUP terus memberikan motivasi, Bariyah tetap saja menolak. Namun, setelah adanya persetujuan dari pihak keluarga, akhirnya Barriyah tetap diamputasi.

asa

lowongan pekerjaan
CV.Indra Daya Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…