Jumat, 19 November 2010 12:49 WIB Hukum Share :

Jambret di tiga TKP, polisi bekuk residivis

Solo (Espos)--Aparat kepolisian membekuk residivis asal Purwodiningratan, Heri Kristanto alias Jotil, 25, Kamis (18/11) petang.

Pengangguran yang sudah dua kali keluar masuk penjara itu terpaksa harus mendekam di sel tahanan Polsek Laweyan, lantaran menjambret di tiga tempat kejadian perkara (TKP) di kawasan Solo sejak dua bulan terakhir.

Menurut Kapolsek Laweyan, AKP Subagyo didampingi Kanitreskrim, AKP Sunarto mewakili Kapolresta Solo, Kombes Pol Nana Sudjana selama menjalankan aksinya, tersangka tidak segan-segan melukai korbannya.

Pasalnya, selama menjambret bersama temannya berinisial H seringkali mengancam calon korbannya dengan menggunakan celurit. Peran Heri Kristanto sebagai pengemudi sepeda motor, sedangkan temannya H bertugas sebagai eksekutor.

“Tiga TKP itu berada di Purwosari, Ring-Road Mojosongo dan Karangasem. Untuk di Ring-Road Mojosongo, dilakukan sepekan terakhir. Pada waktu itu korbannya sempat terjatuh dari sepeda motor dan harus dirawat di rumah sakit,” tegas dia saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Jumat (19/11).

pso

lowongan pekerjaan
Carmesha Music School, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…