Jumat, 19 November 2010 22:04 WIB Boyolali Share :

3 Bangunan di Selo roboh, puluhan bangunan rusak

Boyolali (Espos)–Meski Merapi masih berstatus Awas, namun, Pemkab mulai melakukan pendataan kerusakaan. Dari data sementara, di Kecamatan Selo, sebanyak tiga bangunan roboh, enam rusak berat dan 62 rumah mengalami rusak ringan.

“Pendataan masih berlangsung, sehingga data kemungkinan akan terus bertambah,” ujar Camat Selo Djiwan Sutopo kepada wartawan, Jumat (19/11).

Djiwan mengatakan bangunan yang roboh antara lain gedung serbaguna di Desa Samiran, Balaidesa Tlogolele dan SDN 1 Tlogolele.

“Kami juga sudah meminta Kades untuk melakukan pendataan secara keseluruhan, selain bangunan, juga jumlah ternak dan jumlah pengungsi,” papar dia.

Menurut Djiwan, dari data sementara, jumlah hewan ternak yang mati sebanyak 10 ekor sapi dan 12 ekor kambing.

Mengenai bantuan jaminan hidup (Jadup), Djiwan mengatakan baru akan dijaukan jika pendataan telah selesai. Selain itu, distribusi itu dilakukan hingga kondisi Merapi mulai menurun.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Boyolali Mulyono Santoso mengatakan pihaknya juga telah memerintahkan Unit Pelaksana Teknis (UPT) untuk melakukan pendataan fasilitas sekolah yang rusak. Dari laporan sementara, terdapat tiga ruang kelas SDN I Tlogolele yang ambrol terkena abu vulkanik.

Pihak Disdikpora, jelas Mulyono, juga akan mengajukan dana ke pemerintah pusat dan Provinsi Jateng untuk perbaikan bangunan sekolah yang rusak.

“Langkah itu sesuai dengan arahan Mendiknas yang melakukan kunjungan beberapa waktu lalu,” tandas dia.

fid

lowongan pekerjaan
SOLO GRAND MALL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…