Jumat, 19 November 2010 18:19 WIB Haji Share :

17 Kloter tinggalkan Mekah Sabtu

Mekah — Setelah menyelesaikan prosesi ibadah haji, jamaah Indonesia gelombang pertama akan segera kembali ke Tanah Air. Dijadwalkan, 17 kelompok terbang (kloter) akan mulai meninggalkan Mekah, Sabtu (20/11) besok untuk menuju Bandara King Abdul Aziz Jeddah.

Kepala Daerah Kerja Makkah Cepi Supriyatna menjelaskan, dari 17 kloter yang menuju Jeddah, 5 kloter akan langsung terbang ke Tanah Air dengan pesawat Garuda Indonesia. Lima kloter tersebut adalah kloter 1 embarkasi Banjarmasin (BDJ), kloter 1 embarkasi Medan (MES 1), kloter 1 embarkasi Makassar (UPG 1), kloter 1 embarkasi Banda Aceh (BTJ), dan kloter 2 embarkasi Makassar (UPG2).

“Sisanya 12 kloter akan transit di Jeddah, baru take off dari Jeddah pada 21 November,” kata Cepi di Kantor Misi Haji Makkah, Jumat (19/11).

Jamaah akan keluar dari Makkah mulai usai salat Subuh. Jamaah kloter awal harus bersegera meninggalkan Tanah Suci, karena karena tak kebagian slot time pada Minggu (21/11). Jadwal semula penerbangan kepulangan Garuda adalah Senin (22/11).

“Adanya penambahan kuota jamaah reguler sebanyak 3.500 orang, membuat jdwal
penerbangan menjadi bertambah,” ujar Cepi.

Sementara itu, jamaah haji gelombang kedua akan meninggalkan Makkah dan menuju Madinah pada 25 November. Di Madinah, jamaah akan melakukan salat arbain atau salat lima waktu berjamaah berturut-turut di Masjid Nabawi selama 8 hari, dan ziarah ke sejumlah tempat sejarah Islam.

Jumat ini, jamaah yang mengikuti ketentuan nafar tsani, masih harus melontar jumrah. Ada sekitar 30 persen jamaah Indonesia yang memilih nafar tsani.

Berakhirnya jadwal melontar jumrah, berakhir sudah prosesi ibadah haji di Tanah Suci. Cepi menegaskan selama proses haji berjalan lancar meskipun ada sedikit masalah. “Semua lancar dan aman,” kata Cepi.

Amirul Haj Suryadharma Ali menilai penyelenggaran ibadah haji secara keseluruhan berjalan secara baik. Editorial Arabnews juga menilai penyelenggaran ibadah haji berjalan lancar.

“Menggunakan berbagai standar, pelaksanaan haji sangat sukses. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, tidak ada tragedi –tidak stampedes, tidak ada api, tidak ada kecelakaan, tidak ada luka—dan tak ada hal-hal yang tidak menguntungkan lainnya, kecuali kasus kelelahan jamaah. Ini luar biasa. Logistik untuk menjaga pergerakan hampir tiga juta jamaah di ruang terbatas akan mengecilkan hati organizer kegiatan apa pun, di mana pun di dunia ini,” tulis Arabnews.

Faktor kelelahan juga dialami banyak jamaah Indonesia. Kekelahan itu kemudian memicu menurunkan kondisi kesehatan jamaah. Hingga Kamis malam, ada 147 jamaah yang meninggal.

Menurut Arabnews, mengoordinasikan haji tidak akan mudah. “Dengan begitu banyak jamaah, kemungkinan kecelakaan akan selalu hadir. Perbaikan yang telah dilakukan telah berubah secara radikal begitu banyak hal, sehingga tahun ini hanya masalah lalu lintas yang muncul.”

dtc/tya

lowongan pekerjaan
SUNAN TOUR AND TRAVEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…