Kamis, 18 November 2010 07:43 WIB Ekonomi Share :

Wall Street berakhir flat

New York--Saham-saham di bursa Wall Street berakhir flat karena investor menunggu pengumuman IPO dari General Motors yang menangguk angka terbesar dalam sejarah pasar modal AS.

Investor masih belum berani mengambil posisi besar disamping karena sentimen negatif dari krisis utang Irlandia dan rencana China untuk menaikkan suku bunganya.

Aksi jual yang terjadi pada sesi-sesi akhir tidak menginspirasi adanya keyakinan. Volume sangat tipis dan aksi beli memudar dengan sektor finansial memimpin pelemahan pasar.

“Saya kira pasar dalam trend pelemahan. Cukup mengkhawatirkan pada titik ini, dengan mempertimangkan kita telah menghadapi aksi jual kemarin dalam volume yang besar dengan jumlah saham yang melemah terus meningkat,” ujar Frank Gretz, analis dari Shields & Co seperti dikutip dari Reuters, Kamis (18/11).

Pada perdagangan Rabu (17/10/2010), indeks Dow Jones dtutup melemah tipis 15,62 poin (0,14%) ke level 11.007,88. Indeks Standard & Poor’s 500 naik tipis 0,25 poin (0,02%) ke level 1.178,59 dan Nasdaq menguat tipis 6,17 poin (0,25%) ke level 2.476,01.

“Pasar jelas sekali sangat rentan dan saya kini ini adalah fakta menghadapi koreksi,” imbuh Gretz.

Perdagangan sangat tipis karena investor masih menunggu harga dari IPO General Motors. Transaksi di New York Stock Exchange hanya sebesar 7,19 miliar lembar saham, di bawah estimasi rata-rata transaksi tahun lalu yang sebesar 9,65 miliar lembar saham.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
PT BACH MULTI GLOBAL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…