Kamis, 18 November 2010 19:21 WIB Wonogiri Share :

Sebagian pengungsi Merapi di Wonogiri kembali ke daerah asal

Wonogiri (Espos)--Sebagian dari 120 pengungsi korban letusan Gunung Merapi yang mengamankan diri di Kecamatan Manyaran, Wonogiri sejak dua pekan lalu mulai kembali ke daerah asal. Saat ini di kecamatan tersebut tinggal sekitar 60 pengungsi yang tersebar di Desa Karanglor, Pijiharjo, Gunungan dan Pagutan.

Camat Manyaran, Ristanti, kepada wartawan, Kamis (18/11) mengungkapkan belum ada informasi pasti mengapa para pengungsi itu masih bertahan di wilayahnya. “Ini baru mau saya tanyakan kepada mereka. Bisa jadi mereka masih takut untuk kembali karena status Merapi yang masih awas, atau bisa juga karena rumah mereka rusak sehingga mereka tidak bisa kembali. Ini penting untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Ristanti.

Sementara itu, di Kecamatan Jatisrono, jumlah pengungsi Merapi yang dua pekan lalu jumlahnya mencapai 60-an orang, hampir semuanya sudah kembali. “Saat ini paling tinggal 3-4 orang. Lainnya sudah kembali ke daerah asal mereka,” ungkap salah satu anggota DPRD dari daerah Jatisrono, Tuharno, saat ditemui Espos, Kamis.

Lain lagi di Kecamatan Purwantoro. Di wilayah paling timur Wonogiri yang berbatasan langsung dengan Ponorogo, Jawa Timur itu, semua pengungsi Merapi yang berjumlah 32 orang, masih bertahan.

“Mereka terus mengikuti pemberitaan di media massa dan mengetahui bahwa status Merapi masih awas, mereka memilih bertahan, sambil menunggu Merapi benar-benar aman,” kata Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Purwantoro, Fredy Sasono.

shs

lowongan pekerjaan
Gramedia Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…