Kamis, 18 November 2010 18:09 WIB Solo Share :

RSUD Kota Solo kekurangan dokter spesialis

Solo (Espos)–RSUD Kota Solo di Banjarsari kekurangan tenaga dokter spesialis di bidang kebidanan dan anak. Kepala RSUD Kota Solo, Sumartono, mengatakan di Perda Kota Solo, RSUD tercatat sebagai rumah sakit kelas C.

“Kenyataannya, rumah sakit tersebut masuk kelas D saja belum. Persyaratan dokter spesialis untuk rumah sakit kelas D untuk masing-masing spesialis dasar seperti kebidanan, bedah, anak serta penyakit dalam minimal ada satu orang. Sedangkan untuk kelas C dokter spesialis tersebut masing-masing minimal dua orang,” ungkapnya saat dijumpai Esposdi proyek pembangunan RSUD di Ngipang, Banjarsari, Kamis (18/11).

Sedangkan di RSUD, kini hanya ada tiga orang dokter spesialis yakni kulit kelamin, mata serta penyakit dalam.

Sebenarnya, lanjut dia, kami sudah mengajukan laporan tahunan kepada Pemkot dengan mengajukan hal-hal yang kurang dalam RSUD, termasuk tenaga dokter spesialis.

“Tetapi, sampai saat ini Pemkot belum membuka lowongan tenaga dokter spesialis yang ditempatkan di RSUD. Kami berharap tenaga medis tersebut bisa terpenuhi sebelum adanya alat-alat kesehatan,” pungkasnya.

m91

lowongan pekerjaan
SOLO GRAND MALL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…