Kamis, 18 November 2010 09:05 WIB News Share :

Dua WNI korban penculikan di Nigeria akhirnya bebas

Jakarta–Dua warga Negara Indonesia (WNI) yang diculik kelompok bersenjata di Nigeria kini sudah dibebaskan. Kedua WNI tersebut, yakni Robert Tampubolon dan Permana Nugroho dalam kondisi sehat.

“Dua WNI yang diculik di Nigeria sudah dibebaskan,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Michael Tene saat dihubungi, Senin (15/11).

Menurut Michael, keduanya dibebaskan pada pukul 20.00 waktu Nigeria atau pukul 02.00 WIB. Pihak militer Nigeria yang melepaskan mereka.

“Tidak ada tebusan, mereka dibebaskan oleh militer bersama warga asing lainnya. Keluarga sudah dihubungi oleh KBRI. Dan KBRI sudah berbicara dengan keduanya, dalam kondisi sehat,” paparnya.

Kelompok bersenjata menyerang kilang minyak Afren di Niger Delta pada Minggu (7/11) malam waktu setempat. Ketujuh pekerja kilang yang diculik semuanya warga asing. Selain dua WNI, lima kru asing lainnya yang diculik adalah dua warga AS, dua warga Prancis dan seorang warga Kanada.

Satu kelompok militan utama di Nigeria mengklaim bertanggung jawab atas serangan ke pengeboran minyak Afren tersebut. Kelompok yang menamakan dirinya Movement for the Emancipation of the Niger Delta (MEND) tersebut menyatakan bahwa mereka tengah menyandera para kru yang diculik dari kilang minyak tersebut.

“Semua ekspatriat yang diculik baik-baik saja dan aman dalam tahanan kami,” demikian pernyataan kelompok tersebut.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
PT. SO GOOD FOOD, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…