Kamis, 18 November 2010 14:11 WIB News Share :

BNPB
Jumlah korban tewas Merapi 275 orang

Yogyakarta–Jumlah korban tewas Merapi terus bertambah tiap harinya. Berdasarkan data yang dihimpun Pusdalops Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 18 November 2010, jumlah korban tewas sebanyak 275 orang.

Angka tersebut berasal dari data sejumlah Rumah Sakit yang dikoordinasikan oleh Kementerian Kesehatan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mau pun Jawa Tengah (Jateng).

Kabupaten Sleman menjadi penyumbang korban tewas terbanyak yakni 199 orang yang 170 di antaranya meninggal dalam keaadaan luka bakar. Sedangkan jumlah korban yang saat ini tercatat masih menjalani rawat inap sebanyak 273 orang.

Untuk Jateng, korban tewas berasal dari Kabupaten Klaten, Boyolali, dan Magelang. Berbeda dengan di DIY khususnya Sleman, korban tewas di Jateng sekitar 90 persen di antaranya meninggal bukan karena awan panas (luka bakar).

Sebanyak 39 orang korban tewas di Magelang tercatat tidak satu pun di antaranya yang meninggal karena luka bakar. Begitu juga dengan Boyolali yang menyumbang korban tewas sebanyak sembilan orang. Di Klaten, korban tewas sebanyak 28 orang dan tujuh di antaranya meninggal karena luka bakar.

Pada erupsi Merapi tanggal 26 Oktober dan 5 November silam, awan panas memang dominan bergerak ke arah Sleman. Kecamatan Turi, Cangkringan dan Pakem menjadi sararan ruang gerak ‘wedhus gembel’ tersebut.

Hal inilah yang menjadi landasan bagi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) tetap mempertahankan radius zona bahaya Sleman tetap di level 20 km. Padahal di Magelang, Klaten, dan Boyolali sudah dipersempit, masing-masing 15 km, 10 km dan 10 km.

“Untuk Boyolali, Klaten dan Magelang kita kurangi. Tapi Sleman belum, awan panas itu memang senangnya piknik ke Sleman,” demikian Kepala PVMBG Surono hari Senin (15/11/2010) silam, menggambarkan ‘istimewa’nya Sleman dibanding Kabupaten-kabupaten tetangganya.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…