Rabu, 17 November 2010 07:38 WIB News Share :

Presiden SBY Salat Id bersama ribuan warga di Istiqlal

Jakarta– Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Ani Yudhoyono menunaikan shalat Idul Adha di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (17/11) pagi.

Presiden yang mengenakan kemeja putih berpadu jas hitam didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono yang mengenakan busana muslimah warna putih. Mereka tiba di Masjid Istiqlal sekitar pukul 06.55 WIB.

Sementara itu, Wakil Presiden Boediono tahun ini tidak menunaikan shalat Idul Adha di tanah air karena sedang melakukan kunjungan kerja ke Jepang dan Korea Selatan.

Sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu II serta pemimpin lembaga negara dan duta besar negara sahabat juga berada di Masjid Istiqlal untuk menunaikan shalat Idul Adha yang dimulai pukul 07.00 WIB itu.

Bertindak sebagai imam pada shalat Idul Adha 1431 Hijriyah adalah H. Husni Ismail dan khatib adalah guru besar Universitas Hasanuddin Makassar, Prof Dr Halide.

Tema khotbah Idul Adha 1431 H kali ini adalah “Dengan Semangat Ibadah Haji dan Qurban Kita Bina Persatuan Bangsa.”

Persiapan pelaksanaan Shalat Idul Adha terlihat sejak pukul 06.00 WIB. Saat itu, ribuan muslim dan muslimah sudah memadati Masjid Istiqlal sampai ke halaman depan.

Mereka tampak menunggu giliran untuk memasuki bangunan masjid. Sebelum masuk, mereka harus melalui pemeriksaan ketat, termasuk melewati alat deteksi logam.

Pemeriksaan dan pengamanan di sekitar Masjid Istiqlal memang diperketat, terutama terkait kehadiran Presiden Yudhoyono .

Sementara itu, jamaah lain memilih untuk menunaikan shalat di luar masjid.

Dalam Idul Adha tahun ini, pengelola Masjid Istiqlal telah menerima hewan kurban, yaitu sedikitnya 17 ekor sapi dan 318 ekor kambing.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono masing-masing memberikan satu ekor sapi. Sumbangan juga berasal dari Komunitas Masyarakat Turki yang menyumbang sejumlah kambing.

Hewan kurban tersebut akan dipotong pada Rabu malam hingga Kamis dinihari. Kemudian, daging hewan kurban akan dibagikan kepada masyarakat.

Panitia telah menyediakan 5.000 kupon bagi masyarakat untuk mengambil daging. Setiap orang akan mendapat satu kilogram daging.Antara

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI & KEUANGAN BISNIS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…