Rabu, 17 November 2010 11:34 WIB Solo Share :

PKL Pasar Klewer setuju penataan, namun menolak relokasi

Solo (Espos)–Kalangan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Pasar Klewer Solo menyatakan setuju dengan rencana Pemerintah Kota (Pemkot) setempat untuk menata dan merehabilitasi pasar tersebut dalam skala kecil. Namun mereka mengaku enggan untuk direlokasi ke berbagai tempat, salah satunya di lingkungan pelataran Masjid Agung Solo.

Hal tersebut dikemukakan Ketua Kelompok 8 Paguyuban Pedagang Pelataran Pasar Klewer (P4K), Fatimah. “Kalau untuk penataan dan perbaikan beberapa fasilitas yang rusak, tentunya kami sangat setuju. Tapi penataan dan perbaikan yang kami harapkan tidak perlu revitalisasi secara keseluruhan karena itu akan mempengaruhi semua kalangan yang berkepentingan dengan Pasar Klewer. Dan kami dari kalangan pedagang pelataran pasar juga tidak setuju kalau kami harus direlokasi atau dipindahkan ke tempat lain,” papar Fatimah kepada wartawan, Selasa (16/11).

Penataan dan rehabilitasi menurut Fatimah perlu, mengingat Pasar Klewer saat ini harus menghadapi persaingan dengan pusat perdagangan tekstil dan pakaian lainnya yang ada di Kota Solo. Sebagai ikon di Kota Bengawan tersebut, lanjut dia, Pasar Klewer juga perlu dibenahi walaupun tidak perlu secara keseluruhan karena hal itu membutuhkan biaya sangat besar.

Sementara terkait penolakan terhadap usulan relokasi PKL di kawasan Pasar Klewer, Fatimah mengatakan hal itu menyusul adanya usulan pemindahan PKL sehubungan dengan adanya rencana penataan tersebut. “Ada usulan untuk memindahkan PKL di kawasan Pasar Klewer ke Masjid Agung Solo. Lha kalau kami dipindahkan ke sana, memangnya masjid itu punya siapa? Kami tidak mau kalau hal itu justru akan menimbulkan persoalan nantinya,” tegas Fatimah.

Di sisi lain Wakil Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo mengatakan terkait rencana penataan dan rehabilitasi Pasar Klewer, Pemkot akan menyesuaikan dengan keinginan para pedagang. “Kalau memang pedagang tidak mau dilakukan revitalisasi ya kami sesuaikan saja,” ungkap Rudy, sapaan akrabnya.

Menanggapi adanya usulan relokasi PKL ke pelataran Masjid Agung Solo, Rudy mengatakan Pemkot juga tidak setuju. Sebab kawasan Masjid Agung tidak diperuntukkan bagi pedagang untuk berjualan. “Apalagi Masjid Agung ini kan termasuk cagar budaya, Pemkot atau masyarakat tidak bisa seenaknya kalau ingin membangun atau merelokasi pedagang ke kawasan itu,” terangnya.

sry

lowongan pekerjaan
PD.BPR BANK BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…