Rabu, 17 November 2010 20:09 WIB Sukoharjo Share :

Melalui kurban, Bupati Sukoharjo ajak berbagi

Sukoharjo (Espos)–Bupati Wardoyo Wijaya mengajak warga mengilhami nilai Hari Raya Idul Adha sebagai momen untuk berbagi dengan sesama. Hal itu disampaikannya setelah menghadiri salat Id di Masjid Agung Sukoharjo, Rabu (17/11).

Dalam kesempatan itu, Wardoyo mengkurbankan seekor sapi. Tak beda, hal itu diikuti oleh Wakil Bupati Haryanto yang juga menyertakan seekor sapi untuk dikurbankan. Selain dibagikan terhadap warga di sekitar masjid tersebut, daging hewan kurban akan dibagikan ke beberapa lokasi pengungsian korban Merapi di Sukoharjo. “Semoga melalui kurban ini warga dan pengungsi dapat merasakan nikmatnya Idul Adha,” kata Wardoyo.

Sebelumnya, Pimpinan Daerah (PDM) Muhammadiyah Sukoharjo mengajak umat muslim untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama manusia, terutama pada korban bencana alam yang akhir-akhir ini silih berganti mendera rakyat Indonesia.

Pesan itu diutarakan Ketua PDM Sukoharjo, dr Guntur Subyantoro dalam ceramahnya seusai salat Hari Raya Idul Adha di Alun-Alun Satya Negara Sukoharjo, Selasa (16/11) kemarin. Salat jamaah itu, diikuti ribuan warga Muhammadiyah dengan khusyu’.

Guntur menambahkan, momentum Hari Raya Idul Adha bisa mengetuk manusia untuk menyadari akan kesusahaan orang lain. Rasa empati kepada sesama manusia harus digugah. Sebagai sesama manusia, umat Islam berkewajiban meringankan beban kepada saudara-saudara mereka yang menjadi korban bencana alam di Indonesia mulai banjir bandang di Wasior, gempa bumi dan tsunami di Mentawai, serta letusan Gunung Merapi di DIY dan Jawa Tengah.

“Melihat banyaknya bencana ini kita bisa berserah diri, bahwa dengan  banyaknya musibah ini pastinya ada penyebabnya dan mari kita bersama berdoa  agar bencana ini bisa segera berlalu,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, diumumkan pula rencana pemberian bantuan ke wilayah yang terkena letusan Gunung Merapi. Bantuan tersebut berupa hewan kurban, yakni 28 ekor sapi dan 20 ekor kambing yang menurut rencana akan diberikan pada Rabu (17/11).

Sementara itu, meski sebagian umat muslim Sukoharjo mengikuti salat Id pada Selasa kemarin, namun kantor-kantor pemerintahan dan layanan masyarakat tetap dibuka seperti biasa. Petugas dan pegawai kantor diberikan kesempatan terlebih dahulu untuk salat Id, baru setelah itu mereka kembali bekerja ke kantornya masing-masing.

m85/hkt

lowongan pekerjaan
Perusahaan Outsourcing PLN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Perempuan Melawan Pelecehan Seksual

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (16/01/2018). Esai ini karya Evy Sofia, alumnus Magister Sains Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah evysofia2008@gmail.com.  Solopos.com, SOLO—Empathy is seeing with the eyes of another, listening with the ears of another,…