Rabu, 17 November 2010 14:57 WIB News Share :

Mau dipotong, sapi kabur tujuh jam

Pekanbaru--Panitia kurban terpaksa menunda pemotongan sapi. Soalnya, sapi yang rencananya akan disembelih seusai salat Idul Adha,  berhasil kabur. Tujuh jam kemudian sapi baru berhasil ditangkap kembali.

Panitia kurban di Perumahan, Griya Cemara Asri, Jl Purwodadi Pekanbaru, Rabu (17/11) sempat menunda penyembelihan hewan kurban. Ini sehubungan satu dari tiga sapi yang akan disembelih lebih dulu kabur.

Peristiwa ini terjadi, sekitar pukul 04.00 WIB dini hari. Panitia kurban dan pedagang sapi sudah deal, dan mulai melakukan serah terima. Satu per satu sapi diturunkan dari mobil pick-up milik pedagang.

Namun apes, tali salah satu sapi, lepas dari genggaman si pedagang. Spontan, sapi langsung lari ke semak-semak yang ada di sekitar perumahan itu.

“Ketika sapinya dicari ke dalam semak belukar, sapinya malah lari. Ya akhirnya pemilik sapi yang mengejarnya ke dalam semak-semak itu,” cerita Sahirin, salah seorang panitia kepada detikcom.

Semakin dikejar, sapi kian jauh ke dalam semak. Dua jam diburu, sapi tak kunjung tertangkap. Pemilik sapi sempat pasrah. Dia membiarkan sapinya terus berlari ke dalam semak belukar.

Sembari menunggu satu ekor sapi yang lagi diburu, usai salad idul adha, panitia memotong dua sapi lainnya. Sekitar jam 11.00 WIB, ternyata sapi ditemukan warga di perumahan Damai Langgeng, yang jaraknya lebih dari 3 km.

Dari sana warga melaporkan ke warga Perum Griya Cemara Asri. Pihak perumahan pun melaporkan kembali kepada pemilik sapi. Sapi akhirnya diboyong kembali ke Perum Griya Cemara Asri.

Sapi yang sempat menghilang tujuh jam inipun, akhirnya disembelih usai salat dhuhur.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
PT. ATALIAN GLOBAL SERVICE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…