Rabu, 17 November 2010 22:58 WIB Solo Share :

Lahan kritis Mojosongo digarap jadi perumahan

Solo (Espos)–Pemanfaatan lahan kritis di Mojosongo, Jebres, menjadi kawasan perumahan komersil menjadi salah satu pilihan prioritas beberapa tahun terakhir sebagai solusi buruknya kondisi lahan.

Lahan kering dimaksud berada di Kampung Ngemplak, Mertoudan, Puncak Solo, serta sebagian Kepuhsari dan Randusari. Kondisi tersebut diakui Lurah Mojosongo, A Sri Wahyono saat ditemui Espos, Selasa (16/11) di kantornya. “Sebagian lahan-lahan kering itu telah dijual kepada pengembang perumahan. Utamanya di sekitar Puncak Solo dan Ngemplak,” katanya.

Dia menjelaskan sebagian besar lahan kering di Mojosongo milik warga luar. Selama ini sebagian besar lahan itu dimanfaatkan untuk penanaman tanaman keras. Sebagian yang lain digarap oleh warga sekitar dengan ditanami tanaman kacang-kacangan. Pemilik lahan lebih memilih membiarkan tanah mereka kosong lantaran kondisinya yang kering sulit dimanfaatkan. “Biasanya pemilik lahan malah senang bila tanah mereka digarap warga,” imbuh lurah diamini sejumlah staf kelurahan.

Wahyono mengakui pekerjaan masyarakat setempat serabutan, kendati memiliki lahan kosong sangat luas. Dia menilai lahan kering di Mojosongo masih potensial digarap seperti yang dilakukan Kodim 0735/Solo di lahan Institut Seni Indonesia (ISI) di Kampung Mipitan. Bersama petani setempat Kodim menanami lahan kritis dengan komoditas jagung yang tidak membutuhkan banyak air.

Pendapat senada disampaikan petugas Babinsa Mojosongo, Sugito. Menurutnya bila digarap serius dengan teknik tepat lahan kering Mojosongo bisa menghasilkan. Betapa tidak per 250 meter persegi lahan kering bisa memproduksi 1 ton jagung hibrida.

“Akan lebih bagus lagi bila petani mendapat pendampingan instansi terkait untuk menggarap lahan-lahan kering ini. Sebab mereka membutuhkan pemahaman lebih tentang teknik bercocok tanam di lahan kering. Selama ini mereka tidak bertani,” terang Sugito.

kur

lowongan pekerjaan
Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…