Rabu, 17 November 2010 21:19 WIB Boyolali Share :

KUR di 3 kecamatan capai Rp 18 miliar

Boyolali (Espos)--Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang telah disalurkan di tiga kecamatan yang berada di daerah bencana Merapi, yakni Selo, Cepogo dan Musuk mencapai sekitar Rp 18 miliar. Namun, diperkirakan para debitur akan kesulitan mengangsur, karena seluruh hasil pertanian terkena material vulkanik Merapi. Sehingga Pemkab masih melakukan pengkajian untuk dilakukan pemutihan atau penghapusan kredit.

“Kami masih melakukan pendataan terkait para penerima KUR itu. Pasalnya, ada beberapa yang menerima hingga RP 500 juta. Apakah penerima dengan dana itu harus dihapuskan atau tidak. Ini masih menjadi kajian,” ujar Bupati Boyolali Seno Samodro kepada wartawan, Rabu (17/11).

Bupati menambahkan dalam pemutihan atau penghapusan kredit penerima KUR itu, pihaknya juga masih melakukan inventarisasi dan pemilahan terkait para penerima. Direncanakan pemilahan itu didasarkan pada dana yang dikucurkan kepada para debitur.

“Kemungkinan penghapusan itu bisa dilakukan bagi debitur yang menerima di bawah Rp 25 juta. Tetapi hal itu masih bisa berubah tergantung nanti koordinasi lebih lanjut. Hingga saat ini debitur dibawah Rp 25 juta di 3 kecamatan itu mencapai sekitar Rp 6 miliar,” papar dia.

Bupati menambahkan proses inventarisasi dan pemilahan itu bisa selesai awal Desember mendatang. Pihaknya berharap dengan adanya pemutihan itu bisa memberikan harapan kepada masyarakat dalam menata kegiatan ekonomi terutama pasca terjadinya bencana Merapi.

fid

LOWONGAN PEKERJAAN
FORTUNA STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…