Rabu, 17 November 2010 17:00 WIB Klaten Share :

Dispertan Klaten
75 ha perkebunan rusak

Klaten (Espos)--Dinas Pertanian (Dispertan) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten menyinyalir terdapat 75 ha perkebunan di Kecamatan Kemalang mengalami kerusakan akibat letusan Gunung Merapi.

Kepala Dispertan, Sri Mulyaningsih saat ditemui wartawan di Setda Pemkab Klaten, Selasa (16/11), mengatakan, ke-75 ha perkebunan itu tersebar di tiga desa yang masuk dalam kawasan rawan bencana (KRB) III yakni Balerante, Sidorejo, dan Tegalmulyo. Menurutnya, sebagian besar tanaman yang sudah rusak itu meliputi jagung, lombok, dan sayur-sayuran lainnya.

“Tanaman itu rusak sebagian karena diterjang awan panas. Sementara sebagian lagi rusak karena abu vulkanik, Akibatnya, para petani tidak bisa menuai hasil panen mereka,” tandas Sri Mulyaningsih.

Lebih lanjut, Sri Mulyaningsih menjelaskan, kemungkinan luas perkembunan yang rusak itu masih bertambah mengingat belum semua laporan diterimanya. Dispertan, sambung Sri Mulyaningsih, akan mengusulkan bantuan bibit tanaman guna meringankan beban para petani. Di sisi lain Kepala Desa Balerante, Sukono mengaku belum dapat merinci total lahan perkebunan yang rusak akibat terjangan awan panas dan debu vulkanik.

mkd

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…