Rabu, 17 November 2010 22:09 WIB News Share :

23 Dusun di Cangkringan harus direlokasi

Sleman--Sebanyak 23 dusun di wilayah Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, harus direlokasi karena berada di zona rawan bencana letusan Gunung Merapi.

“Dari 23 dusun tersebut terdapat sekitar 2.313 kepala keluarga (KK) dan mereka ini akan dibuatkan ‘shelter’ atau rumah hunian sementara,” kata Camat Cangkringan Samsul Bakri, Rabu.

Menurut dia, dusun yang harus direlokasi tersebut meliputi, Dusun Palemsari, Pangukrejo di Desa Umbulharjo, kemudian Dusun Kaliadem, Jambu, Petung, Kopeng, sebagian Batur, Kepuh, Manggong di Desa Kepuharjo, Dusun Kalitengah, Kalikidul, Srunen, Singlar, Glagahmalang, Ngancar di Desa Glagaharjo serta Dusun Suruh, Bakalan, Ngepringan di Desa Argomulyo dan Dusun Gungan, Pusung, Gadingan, Banaran dan Cakran di Desa Wukirsari.

“Dusun-dusun tersebut berada di zona sangat rawan karena terletak di jalur awan panas dan lahar dingin Gunung Merapi,” katanya.

Ia mengatakan, rencananya di masing-masing desa dibuat ‘shelter’ yakni untuk Desa Umbulharjo di Dusun Plosokerep untuk 282 KK, Desa Kepuharjo di Pagerjurang untuk 830 KK, Desa Wukirsari di Gondang untuk 265 KK, Desa Glagaharjo di Banjarsari untuk 827 KK dan Desa Argomulyo di Randusari untuk 129 KK.

“Shelter diperlukan karena memang rumah warga mengalami rusak parah, lagi pula pedukuhan sudah tertutup material vulkanik dan rawan banjir lahar dingin,” katanya.

Samsul mengatakan, “shelter” tersebut akan dimulai pembangunannya untuk 345 unit di tahap awal, sedangkan sisanya masih menunggu percontohan “shelter” tahap awal.

“Dana yang dibutuhkan berkisar antara Rp2 juta hinga Rp3 juta per ‘shelter’ yang akan ditempati satu keluarga,” katanya.

Ant/tya

lowongan pekerjaan
Marketing dan Surveyor, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…