Selasa, 16 November 2010 19:14 WIB Wonogiri Share :

Sebagian umat Islam di Wonogiri lakukan Salat Id

Wonogiri (Espos)--Sebagian umat Islam di Wonogiri melaksanakan Salat Id di berbagai tempat. Di Wonogiri tiga titik disiapkan, yakni di depan Makodim 0728/Wonogiri, Stadion Pringgodani, dan Lapangan Bantarangin, Wonoboyo, Wonogiri. usai menggelar Salat Id, umat Islam pun menyembelih hewan kurban.

Berdasarkan pemantauan Espos, umat Islam mulai pukul 05.30 WIB telah berbondong-bondong ke lokasi lapang tempat digelarnya Salat Id. Seperti di Jalan Raya Sudirman atau Jalan Protokol Pemkab Wonogiri depan Makodim 0728/Wonogiri. Karena di itu digunakan untuk Salat Id, sementara waktu arus lalu lintas dialihkan memutar.

Penutupan jalur itu berlangsung sekitar dua jam sejak pukul 05.00 WIB hingga 07.00 WIB. Empat petugas Satlantas Polres Wonogiri mengatur arus Lalin agar tidak macet, karena bertepatan dengan simpang empat Gudangseng. Khotib Salat Id di depan Makodim 0728/Wonogiri, Kh Muallim mengingkatkan sejak 2004 hingga kini, bangsa Indonesia tidak lepas dirundung bencana alam.

“Di tengah-tengah keprihatinan hidup yang tak henti dililit bencana yang silih berganti, secercah sahaya perlahan bangkit bergerak datang berkunjung mengumandangkan alunan gema takbir. Artinya, Allah mencipta tiada sia-sia dan bukan pula untuk disia-siakan,” ujar Muallim.

Dikatakannya, saat ini di tanah air Indonesia sedang terjadi perilaku penantang, pengingkar terhadak kehendak Allah. “Maka alangkah bijak, bila memandang bencana tidak sebelah mata. Kemurkaan hyang ditunjukkan Allah ini bukan dalam pengertian kebencian, melainkan masih dalam lingkaran kasih sayang. Allah masih memberi waktu dan kesempatan bagi penentang dan pengingkar untuk merenung dan memetik pelajaran untuk menyadari kesalahan diri.”

Dia mencontohkan Nabi Ibrahim dalam mewujudkan keamanan negeri tidak hanya diteorikan. “Sesama penyelenggara negara tidak perlu saling mengkritik atau menyalahkan sesama antara pelaku penyelenggara bangsa. Semakin mempertontonkan kesombongan diri akan memperburuk citra diri, sehingga hindarilah rekayasa hidup dan kembali pada tuntutan Allah.”

tus

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…