Selasa, 16 November 2010 08:49 WIB Sragen Share :

Ribuan umat Islam Sragen ikuti Salat Id

Sragen (Espos)--Ribuan umat Islam di Bumi Sukowati mengikuti Salat Id di sejumlah lokasi, Selasa (16/11).

Sekitar 5.000-an orang Salat Id di Masjid Al Muqorobin, kompleks wisama haji. Sedangkan lebih dari 1.000-an orang lain menjalankan ibadah salat di GOR Diponegoro. Salat ied di Masjid Al Muqorobin dimulai tepat waktu, pukul 06.30 WIB.

Salat dipimpin imam Drs H Ahmad Munif, dengan khatib Wakil Bupati Sragen, Agus Fatchurahman. Dalam khotbahnya, khatib mengingatkan akan pentingnya pengorbanan dan cinta, seperti yang ditunjukkan Nabi Ibrahim. Agus juga menyinggung perlunya masyarakat seletif dalam memilih pemimpin, yakni pemimpin yang berani menumpas korupsi dan mengutamakan kepentingan rakyat.

“Agar keteladanan Nabi Ibrahim dapat kita teladani dan Allah berkenan memberi dan menjadikan pemimpin yang dicintai rakyat dan berani menumpas kedholiman kekuasaan serta membela kepentingan masyarakat,” simpul Agus, dalam kutbahnya dihadapan jemaah Salat Id di Masjid Al Muqorobin, Selasa.

Ketua takmir masjid setempat, Budiyono, ditemui seusai salat, menguraikan secara umum Salat Id berjalan lancar. Salat dilaksanakan sesuai jadwal. Seusai salat, panitia melaksanakan penyembelihan hewan kurban, berupa empat ekor sapi dan seekor kambing. Budiyono mengakui meski sebagian warga Sragen melaksanakan salat pada Selasa, banyak di antara mereka memilih menyembelih hewan kurban pada hari Rabu (17/11), mengikuti jadwal libur dari pemerintah. Kendati demikian, dia berharap, perbedaan tidak mempengaruhi kekhusyukan ibadah Idul Adha.

tsa

lowongan pekerjaan
PT. ATALIAN GLOBAL SERVICE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…