Selasa, 16 November 2010 03:30 WIB Sragen Share :

Pembangunan sumur Pamsimas Desa Peleman macet

Sragen (Espos)–Pembangunan sumur dalam untuk program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Desa Peleman, Kecamatan Gemolong, macet.

Pembangunan macet lantaran debit air tidak mampu memenuhi kebutuhan 110 kepala keluarga (KK) calon pengguna. Berdasarkan catatan pengelola, Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Abimanyu, debit air yang keluar dari sumber air sedalam 80 meter hanya 0,5 liter/detik. Sedangkan, kebutuhan air diperkirakan mencapai 1,5 liter/detik.

Bayan IV Desa Peleman, yang juga Ketua Satuan Pelaksana (Stalak) LKM Abimanyu, Tejo Sudaryanto mengatakan pekerjaan pembangunan sumur Pamsimas dihentikan sejak 10 hari terakhir. “Dihentikan karena memang debit air tidak sesuai target. Seharusnya debit ait bisa mencapai 1,5 liter/detik, atau minilam 1,2-1,3 liter/detik, dengan kedalaman 70 meter. Tapi nyatanya dibor sampai 80 meter, debit airnya hanya 0,5 liter/detik,” jelas Tejo, saat ditemui Espos, di kediamannya, Senin (15/11).

Padahal, dia melanjutkan, material yang dibutuhkan untuk pembangunan tower Pamsimas telah tersedia. Material seperti kerangka besi, pralon dan pasir telah siap di lokasi. Saat ini pun sejumlah warga tengah bekerja menyiapkan kerangka besi yang kelak digunakan dalam pembangunan tower air bersih.

Masyarakat, sambung Tejo, sebenarnya berharap pekerjaan pembangunan segera dilanjutkan. Jika memang lokasi awal tidak memenuhi, mestinya petugas mengalihkan ke lokasi lain yang mampu menyediakan air dengan debit besar. “Rencananya akhir Desember sudah jadi, tapi sekarang macet. Kami sudah minta agar segera mencari lokasi lain, tapi petugas juga belum menanggapi,” ujarnya.

Kepala Desa (Kades) Peleman, Rajimin mengakui adanya kendala dalam pembangunan sumur dalam Pamsimas. Dia mengatakan sangat menyayangkan kondisi tersebut. Pasalnya, seratusan KK di tiga dukuh, yakni Dukuh Tunggul, Bakalan, Mojorejo, sangat menanti-nanti sumur tersebut. Selama ini, dia menerangkan seratusan KK di tiga dukuh tersebut kerap mengalami kekurangan air terutama saat musim kemarau tiba. Untuk itu, dibangunnya sumur Pamsimas menjadi angin segar yang amat diharapkan warga.

Lebih jauh, Rajimin menyarankan agar lokasi pembangunan sumur dalam dipindah ke Dukuh Tunggul. Menurut perkiraannya, debit air di lokasi tersebut lebih baik daripada di lokasi semula, yang berada di Dukuh Bakalan. Sayangnya berdasarkan informasi, tanah di dukuh tersebut merupakan tanah milik pribadi. Rajimin meminta petugas pelaksana pembangunan segera mencari alternatif lokasi sumur lain, agar warga secepatnya dapat menikmati air bersih dari Pamsimas. “Untuk fasilitas MCK di dua SD yang juga merupakan program Pamsimas sudah jadi, mengapa pembangunan sumur malah macet,” urainya.

tsa

lowongan pekerjaan
PT. BPR Mitra Banaran Mandiri, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Perempuan Melawan Pelecehan Seksual

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (16/01/2018). Esai ini karya Evy Sofia, alumnus Magister Sains Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah evysofia2008@gmail.com.  Solopos.com, SOLO—Empathy is seeing with the eyes of another, listening with the ears of another,…