Selasa, 16 November 2010 12:23 WIB News Share :

Miranda dicegah ke luar negeri sejak 26 Oktober

Jakarta–Ternyata sudah hampir satu bulan Miranda Goeltom dikenai status cegah ke luar negeri oleh Dirjen Imigrasi.

Permintaan status cegah itu diajukan KPK terkait proses hukum kasus dugaan suap pemilihan Deputi Gubernur Senior BI.

“Persisnya sejak 26 Oktober lalu,” kata Kasubag Humas Ditjen Imigrasi, Bambang Catur, seperti dilansir detikcom, Selasa (16/11).

Menurutnya status pencegahan itu dilakukan langsung saat permintaan dari KPK masuk ke Imigrasi. Pihaknya, lanjut Bambang, telah mengirimkan surat edaran ke berbagai kantor wilayahnya.

Surat pencegahan Miranda bernomor IMI.5GR02.06-3.20574. Masa berlaku pencegahan selama setahun ke depan.

Bambang memastikan, tidak ada nama lain yang juga KPK mintakan status cegah dalam kasus dugaan suap pemilihan Deputi Gubernur Senior BI. Pencegahan ini dilakukan untuk memudahkan proses pemeriksaan.

Pada September lalu, KPK menetapkan status tersangka kepada politisi senior Partai PDI Perjuangan, Panda Nababan, dan mantan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional, Paskah Suzzeta. Bersama keduanya ada 24 politisi lain yang terseret kasus dugaan korupsi cek pelawat dalam proses pemilihan DGS BI pada 2004 silam.

Menurut KPK semua tersangka dibagi dalam enam kelompok yang diduga menerima cek pelawat setelah Miranda Goeltom resmi dipilih sebagai anggota DGS BI. Para tersangka dijerat dengan Pasal 5 ayat (2) jo Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b, atau Pasal 11 UU  Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

dtc/nad

lowongan pekrajaan
Yayasan Internusa Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pilkada, Demokrasi, dan Hantu Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (17/01/2018) dengan judul Demokrasi Kita dan Hantu Politik. Esai ini karya Muhammad Fahmi, dosen di IAIN Surakarta dan Doktor Kajian Budaya dan Media. Alamat e-mail penulis adalah fahmielhalimy@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Tahun 2018 sering dijuluki…