Selasa, 16 November 2010 15:09 WIB Ekonomi Share :

Letusan Merapi dorong harga sayur dan buah naik

Jakarta-– Letusan Merapi yang menyebabkan debu vulkanik selama 3 pekan berjalan telah berdampak pada kenaikan harga sayur mayur dan buah-buahan.

Kenaikan tertinggi terjadi pada jenis cabai merah karena sentra cabai merah di Jateng yaitu Magelang menjadi salah satu lokasi terparah dari dampak erupsi Merapi.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Eksportir Sayur dan Buah Indonesia Hasan Widjaja seperti dilansir, Selasa (16/11).

“Sekarang ini harga cabai (di tingkat petani) Rp 24.000, padahal sebelum adanya erupsi Merapi masih Rp 8.000 per kg . Ini sudah naik berlipat-lipat,” katanya.

Hasan mengatakan kenaikan berbagai produksi sayuran dan buah belakangan ini bukan hanya dipicu oleh letusan Merapi. Namun faktor curah hujan yang tinggi semakin melengkapi melorotnya produksi pertanian sehingga harga jadi naik.

“Di Jawa itu kuatnya di Magelang, sehingga pasokan cabai berkurang. Mereka (Magelang) sentra cabai merah,” katanya.

Ia mengatakan secara rata-rata kenaikan sayuran lainnya dan buah-buahan naik 30-40%. Kenaikan terjadi pada rockmelon, termasuk Salak Pondoh yang banyak dihasilkan di wilayah Sleman.

Menurutnya secara keseluruhan produksi sayur dan buah dalam negeri sepanjang tahun 2010 terimbas dari tingginya curah hujan yang mempengaruhi tingkat produksi.

“Untuk ekspor belum terpengaruh, kita masih bisa cari suplai dari daerah lainnya,” katanya.

Menurut Hasan, dampak Gunung Merapi terhadap sektor sayur dan buah menjadi pelengkap dari melorotnya produksi sayur dan buah. Namun ia tetap optimistis pasca letusan Merapi kedepannya justru akan mendongkrak produksi sayur dan buah khususnya di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

“Kita mengharapkan tahun depan, mendapatkan berkah dari tanah yang subur efek dari debu vulkanik. Siapa tahu bisa sampai 4 kali lipat,” ujarnya.

dtc/nad

lowongan peekrjaan
PT. Integra Karya Sentosa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…