Selasa, 16 November 2010 14:34 WIB Hukum Share :

Bus masuk jurang, empat tewas

Jambi–Bus PO Handoyo jurusan Jateng dengan tujuan Pekanbaru, Riau, Selasa (16/11) sekitar pukul 07.00 WIB, jatuh masuk jurang sedalam 10 meter di kawasan Kecamatan Merlung, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi.

Empat orang meninggal dunia di lokasi kejadian dan puluhan penumpang lain luka berat dan ringan.

Kabid Humas Polda Jambi, AKBP Almansyah, membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan Sat Lantas Polres Muarojambi sedang menganai kasus ini, sementara korban meninggal dan luka dilarikan ke rumah sakit.

Kecelakaan lalulintas tragis tersebut terjadi di Jalan Lintas Timur Sumatera (Jalintim) tepatnya pada KM 40 arah Jambi-Merlung, sedangkan bus itu disopiri oleh Edi Santoso.

Menurut saksi mata warga, Iwan, bus datang dari arah Jambi menuju Merlung, dan pada saat melewati jalan berbelok dengan tikungan tajam, sang sopir membelokkan busnya ke kiri sampai hilang kendali dan masuk jurang sedalam 10 meter.

Data sementara penumpang yang meninggal dunia adalah empat orang, luka berat 10 orang, luka ringan 24 orang.

Iwan menuturkan kecelakaan bermula saat terdengar bunyi letusan yang diduga akibat letusan ban bus Handoyo sehingga kendali mobil tersebut tidak terkendali dan terjatuh masuk jurang.

Dirlantas Polda Jambi, Kombes Pol Giri Purwanto mengatakan sedang menyelidiki kejadian maut tersebut.

Dia mengungkapkan sopir kedua bernama Edi selamat, sedangkan sopir satu Sumarno tewas seketika.

Edi menguraikan, kejadian akibat ban belakang bagian kanan pecah, kendaraan yang dikendarainya tidak bisa dikuasai lagi hingga masuk jurang.

Berikut nama-nama korban meninggal dalam kecelakaan itu, Santi Wulandari berusia 21 tahun warga Karang Jaya, Merbau Amaram, Jawa Tengah (Jateng), Rusni,35 (Jateng), Sumarno sopir, Kasmila, 50, Desa Karicuruo Kecamatan Kemiri, Purworejo Jateng.

ant/nad

lowongan pekerjaan
PT.SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mencari Alamat Bahasa Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (06/01/2018). Esai ini karya Na’imatur Rofiqoh, ”pemukul” huruf dan juru gambar yang tinggal di Solo. Alamat e-mail penulis adalah naimaturr@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Bahasa Indonesia tidak lagi beralamat di Indonesia. Indonesia malah jadi tempat…