ilustrasi ilustrasi
Senin, 15 November 2010 12:01 WIB News Share :

Umpan utuh, macan diduga hanya melintas di Pakem

ilustrasi

ilustrasi

Jogja–Hampir tiga hari setelah pemasangan umpan, macan yang dilaporkan berada di Dusun Kuwaron Pakem, belum juga dapat dideteksi pergerakannya. Dimungkinkan, hewan liar ini hanya melintas saja.

“Saya belum juga mendapat laporan umpannya sudah dimakan. Umpan masih utuh,” ujar Direktur Utama Kebun Binatang Gembira Loka KRMT Antonius Tirtodiprojo, Senin (15/11).

Umpan yang berupa satu kambing dan tiga ekor ayam sampai saat ini masih utuh. Padahal umpan tersebut diletakkan di peternakan salah satu warga, di mana macan tersebut dilaporkan terlihat.

Antonius atau yang akrab disapa Tirto ini menilai macan yang dari ciri-cirinya disinyalir berjenis macan tutul ini kemungkinan hanya melintas. Alasannya jika masih berada di sekitar Dusun Kuwaron maka umpan tersebut pasti dimakan.

“Macan itu pergerakannya seperti manusia. Mereka mencari tempat yang paling nyaman buat mereka,” terang Tirto.

Macan yang terdiri dari induk dan anaknya tersebut, lanjut Tirto, pasti mencari wilayah yang di situ banyak terdapat pohon tinggi. Karena macan tutul memang suka memanjat pohon. “Mereka karakternya suka memanjat. Bahkan tidur juga kadang di pohon,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada pukul 13.00 WIB, Kamis (11/11) kemarin, salah seorang warga dusun Kuwaron melihat macan di peternakannya. Dia pun langsung melapor ke aparat setempat.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
STAFF SURVEY,MARKETING,SPG,SPB, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…