Senin, 15 November 2010 03:13 WIB Solo Share :

Tembok UNS ambrol, penghuni Kentingan Baru tuntut ganti rugi

Solo (Espos)–Penghuni lahan Kentingan Baru, Jebres, berharap ada ganti rugi pihak Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo terkait ambrolnya pagar tembok sisi timur sehingga menyebabkan banjir, pekan lalu.

Surat permintaan ganti rugi sudah dilayangkan Paguyuban Bina Masyarakat Kentingan Baru. Rencananya, Selasa (16/11) besok perwakilan penghuni Kentingan Baru bakal bertemu otoritas UNS membahas permintaan ganti rugi. Sementara berdasar pengamatan Espos,  Minggu (14/11) penghuni Kentingan Baru kerja bakti membangun kembali rumah-rumah warga yang rusak.

Mereka juga masih terlihat sibuk membersihkan lingkungan yang kotor oleh sampah banjir. Beberapa ibu rumah tangga menjemur kasur dan peralatan rumah tangga yang sebelumnya diterjang banjir. Tak ketinggalan warga membersihkan selokan-selokan lingkungan permukiman dari lumpur dan sampah. Tokoh Blok VII Kentingan Baru, Edy Sutrisno berharap tidak terjadi lagi pagar ambrol.

Sebab menurut dia jebolnya tembok UNS telah membuat “tsunami” kecil bagi penghuni Kentingan Baru. Akibat pagar kampus ambrol, air membeludak dan dalam sekejap menerjang permukiman Kentingan Baru. “Saya kira kualitas pagar kampus kurang bagus. Sebelumnya juga pernah terjadi peristiwa serupa. Yang juga perlu diperhatikan yakni rutinitas pembersihan saluran air atau gorong-gorong dari sampah biar air lancar,” katanya.

Edy menuturkan banjir pekan lalu telah memporak-porandakan dua rumah warga, mobil Daihatsu Hijet terbalik, serta alat elektronik warga tergenang. Beberapa barang pecah belah seperti piring juga kompor milik warga ikut terbawa arus. Sedangkan berdasar pantauan Espos, pihak UNS memasang pagar darurat dari seng di bagian paghar yang ambrol. Panjang tembok yang ambrol sekitar 25 meter.

Pada bagian lain Ketua Paguyuban Bina Masyarakat Kentingan Baru, Wiwik Tri Setyoningsih mengakui telah melayangkan surat kepada otoritas UNS. Isinya meminta kesadaran kemanusiaan manajemen kampus terhadap penderitaan warga. Perempuan paruh baya itu memperkirakan kerugian materiil akibat “tsunami” kecil pekan lalu mencapai Rp 20 juta. Selain kerugian fisik, juga kerugiaan psikis beberapa warga.

“Ibu Retno, 43, asal Blok III sampai opname di RS dr Oen Kandang Sapi lantaran mengalami gangguan jantung. Hingga saat ini dia belum pulang. Selain itu ada Ny Sugeng, 50, yang mengalami luka pada kaki dan trauma karena sebelumnya terseret arus banjir. Kami minta UNS mengurangi beban warga,” tegas dia.

Sebelumnya pagar tembok UNS sisi timur ambrol Selasa (9/11) malam lantaran hujan deras.

kur

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…