Senin, 15 November 2010 18:00 WIB News Share :

Presiden SBY cari informasi lengkap soal Sumiati

Jakarta–Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah mendengar informasi mengenai penganiayaan yang dilakukan oleh majikan di Arab Saudi kepada Sumiati, TKI asal Bima, Nusa Tenggara Timur.

Presiden pun terus memantau kasus yang dialami Sumiati.

“Presiden sedang mencari laporan yang lebih lengkap, mencari informasi yang akurat,” kata Juru Bicara Kepresidenan Bidang Dalam Negeri Julian Aldrin Pasha seperti dilansir detikcom, Senin (15/11).

Sebelum bertindak, menurut Julian, pemerintah akan mencari terlebih dahulu informasi secara lengkap. Sehingga langkah yang diambil tepat sesuai dengan sasaran.

“Tentunya akan kita lihat dan didapatkan dulu laporan yang lengkap,” imbuh Julian.

Sumiati berasal dari Dompu, Bima, Nusa Tenggara Barat. Dia bekerja di di Madinah sejak Juli 2010. Sepanjang bekerja, Sumiati kerap disiksa.

Bahkan bibir bagian atasnya digunting. Sumiati mengalami luka berat pada sekujur tubuh, wajah dan kedua kakinya sehingga harus dirawat intensif di RS.

Penyiksaan pada Sumiati terkuak pada Senin 7 November. Kala itu Sumiati dibawa ke rumah sakit swasta di Madinah. Karena luka yang dideritanya sangat luar biasa, RS itu merujuknya ke RS King Fahd.

Sumiati tiba di Madinah pada 18 Juli 2010 dengan gaji 800 riyal. Dia sering disiksa oleh ibu dan anak perempuan majikannya.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…