Senin, 15 November 2010 03:55 WIB Boyolali Share :

Pertumbuhan tinggi, penduduk Ngemplak terbesar

Boyolali (Espos)--Pertumbuhan penduduk di Kecamatan Ngemplak sampai dengan tahun 2010 tercatat mencapai 1,27% 2010. Hal itu menyebabkan populasi di wilayah setempat menjadi yang terbesar di antara kecamatan-kecamatan lain di Boyolali.

Informasi yang dihimpun Espos, data sementara hasil kegiatan sensus penduduk tahun 2010 menyebutkan jumlah penduduk di Ngemplak mencapai 81.138. Angka tersebut melampaui dua wilayah lain yang semula memiliki populasi lebih besar, yaitu Kecamatan Ampel dan Boyolali Kota. Jika dibanding penduduk 2009 yang hanya 77.000-an jiwa, pertambahan mencapai 4.000-an jiwa.

Hal itu seperti diungkapkan Camat Ngemplak, Hendrarto Setyo Wibowo, ketika ditemui di ruang kerjanya, pekan lalu. Dia mengatakan banyaknya pendatang baru di sejumlah desa di Kecamatan Ngemplak menjadi penyebab tingginya angka pertumbuhan penduduk di wilayah yang dipimpinnya.  “Seperti di Gagaksipat dan Sawahan. Dua desa itu menjadi tujuan permukiman dan pengembangan perumahan para pendatang baru,” ujarnya di Kantor Kecamatan Ngemplak.

Hendrarto mengatakan jumlah populasi sesuai sensus penduduk 2010 masih informasi sementara. Selama ini, kata dia, Kecamatan Ngemplak tercatat satu dari tiga wilayah berpenduduk besar di Kabupaten Boyolali. Dua yang lainnya adalah Kecamatan Ampel dan Boyolali Kota, namun dia tidak menyebutkan secara rinci jumlah terakhir penduduk masing-masing dua wilayah tersebut.

Terpisah Kepala Puskesmas Ngemplak, dr Achmad Muzzayin, menyebutkan tingginya pertumbuhan penduduk berpotensi memunculkan sejumlah risiko, salah satunya adalah permasalahan di bidang kesehatan. Pihaknya harus bekerja keras meminimalisasi berbagai kemungkinan buruk yang timbul akibat angka pertumbuhan penduduk. Terlebih Kecamatan Ngemplak berada di wilayah perbatasan dengan mobilitas penduduk yang tinggi, yaitu dari dan ke Kota Solo dan Karanganyar.

try

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI & KEUANGAN BISNIS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pilkada, Demokrasi, dan Hantu Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (17/01/2018) dengan judul Demokrasi Kita dan Hantu Politik. Esai ini karya Muhammad Fahmi, dosen di IAIN Surakarta dan Doktor Kajian Budaya dan Media. Alamat e-mail penulis adalah fahmielhalimy@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Tahun 2018 sering dijuluki…