Senin, 15 November 2010 07:14 WIB News Share :

Nilai perdagangan APEC tembus US$ 6,2 triliun

Yokohama–Pertumbuhan perdagangan dan investasi di negara-nagara anggota APEC meningkat sangat pesat. Selama periode 1994-2009, total nilai perdagangan di kawasan ini naik 5 kali lipat dari US$ 1,2 triliun menjadi US$ 6,2 triliun per tahun.

“Aliran penanaman modal asing langsung yang masuk kawasan APEC selama periode yang sama juga naik tiga kali lipat menjadi US$ 1,2 triliun per tahun,” kata Wakil Presiden Boediono usai menghadiri penutupan KTT APEC di Yokohama, Jepang, Minggu (14/11).

Wapres menyampaikan data tersebut ketika sudah berada di Tokyo yang berjarak satu jam perjalanan dari Yokohama. Wapres menggelar jumpa pers bersama sejumlah menteri di bidang ekonomi di The Prince Park Tower Hotel, Tokyo.

Menurutnya, secara rata-rata, tarif bea masuk di kawasan APEC juga sudah turun dari 16,9 persen tahun 1994 menjadi 6,6 persen pada tahun 2008. Sementara rata-rata tarif bea masuk di Indonesia pada 2010 ini sekitar 6 persen.

Kendati demikian, lanjut Wapres, APEC merasa perlu melakukan evaluasi karena tahun 2010 ini adalah salah satu milestone atau tonggak capaian yang ditetapkan dalam “Bogor Goals”. Bogor Goals adalah hasil kesepakatan KTT APEC di Bogor tahun 1994.

“Pada tahun 2010 ini, anggota APEC yang sudah maju sudah harus menerapkan liberalisasi perdagangan dan investasi, sedangkan untuk negara berkembang targetnya adalah tahun 2020,” katanya.

Ke depan, lanjut Wapres, APEC diharapkannya harus beradaptasi dengan berbagai perubahan yang sangat pesat dalam tataran global. Perubahan itu antara lain ditunjukkan dengan pola hubungan regional. Dahulu hanya ada dua pengelompokan negara berkembang dan maju. Sekarang ini sudah ada emerging economies atau kekuatan ekonomi baru seperti negara-negara BRIC.

“Untuk membuat APEC tetap relevan dan berperan besar di masa mendatang, Indonesia menekankan pentingnya kerjasama ekonomi dan peningkatan kapasitas industri masing-masing anggotanya,” ujar Boediono.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
PT. Lemindo Abadi Jaya, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pilkada, Demokrasi, dan Hantu Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (17/01/2018) dengan judul Demokrasi Kita dan Hantu Politik. Esai ini karya Muhammad Fahmi, dosen di IAIN Surakarta dan Doktor Kajian Budaya dan Media. Alamat e-mail penulis adalah fahmielhalimy@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Tahun 2018 sering dijuluki…