Senin, 15 November 2010 20:31 WIB News Share :

Adisutjipto terus ditutup, sopir taksi kehilangan pendapatan

Jogja–Ditjen Perhubungan Udara telah memutuskan penutupan Bandara Adisujipto, diperpanjang hingga 20 November mendatang.

Hal ini membuat sopir taksi di Bandara Jogja tersebut pulang dengan wajah kecewa.

Slamet, seorang supir Taksi Rajawali tampak duduk di trotoar halaman depan Bandara Adisutjipto sambil memandangi suasana sekitar Bandara. Taksi berwarna hijau yang berada di samping Slamet menjadi satu-satunya taksi yang ada di halaman Bandara.

Pria separuh baya asal Klaten itu mengaku memang tengah berspekulasi mengais rejeki di Bandara ketika teman-temannya yang lain memutuskan untuk pulang ke rumah.

Slamet berharap bisa mendapatkan penumpang malam ini, setelah Bandara kembali di buka ketika lewat pukul 18.00 WIB.

Namun air muka Slamet mendadak berubah ketika diberitahu ada keputusan resmi dari Jakarta tentang perpanjangan Notice to Airman (Notam).

“Itu udah pasti?,” tanya Slamet untuk kedua kalinya dengan ekspresi kecewa, Senin (15/11) petang.

Mungkin karena merasa belum mantap karena diberi tahu seseorang dengan pakaian sipil, Slamet beranjak mendekati petugas keamanan yang kebetulan lewat.

Mendapat jawaban yang sama, Slamet pun kembali mendekati taksinya sambil menggelang-gelengkan kepala.

Slamet mengeluh karena perpanjangan penonaktifan Bandara sampai tanggal 20 November.

Merasa tidak ada lagi yang bisa ditunggu, Slamet pun memutuskan untuk pulang. Dia mengatakan supir Taksi tidak bisa ngetem di pnggir jalan sesukanya karena sudah ada wilayahnya masing-masing.

“Duluan saya mau pulang saja,” ujar Slamet.

Tak lama kemudian dia melambai tanda pamit sembari memacu taksi yang dikendarainya meninggalkan halaman bandara menuju pintu keluar.

dtc

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…