Minggu, 14 November 2010 09:18 WIB News Share :

Status radius aman Merapi berubah, kecuali Sleman

Jakarta–Meski statusnya masih awas, namun status aman bagi warga yang tinggal di lereng merapi diubah. Jika sebelumnya status aman disamaratakan yakni 20 kilometer dari puncak Merapi, kini status masing-masing daerah berubah.

“Perubahan status radius: Boyolali 10 km, Magelang 15, Klaten 10, Sleman 20 km. Status Merapi tetap awas Merapi,” kata Staf Khusus Presiden Bidang Bencana Andi Arief dalam rilis yang diterima, Minggu (13/11).

Hal tersebut dikatakan Andi Arief menirukan apa yang disampaikan oleh Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono.

Salah satu pertimbangan perubahan radius tersebut, menurut Andi, adalah perbedaan pergerakan awan panas (wedhus gembel) Gunung Merapi ke masing-masing kabupaten yang berbeda-beda.

“Salah satu pertimbangan perubahan 3 kabupaten Jawa tengah: awan panas dari puncak Gunung Merapi: Sleman Kali Gendol 14 km, Magelang Kali Bebeng 11,5 km, Boyolali Kali Apu 4 km, Klaten Kali Woro 7 km,” jelas Andi.

Sejak meletus pada 5 November 2010 lalu, intensitas Merapi cenderung menurun. Namun masyarakat tetap diminta jangan gegabah karena turunnya intensitas bukan patokan kembalinya kondisi Merapi ke keadaan normal.

Menurut kepala BPPTK Yogyakarta Subandrio, situasi yang terjadi di Merapi sekarang ini tergolong luar biasa. Pola-pola erupsi yang terjadi selama satu abad terakhir belum tentu dapat dijadikan patokan.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
PT. INDUKTURINDO UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…