Minggu, 14 November 2010 21:34 WIB Ekonomi Share :

Saatnya pariwisata Indonesia lirik "backpacker"

Jakarta--Pengamat pariwisata, Khodiyat, mengatakan, sudah saatnya pariwisata Indonesia memfasilitasi para backpacker atau wisatawan beranggaran terbatas yang kini jumlahnya semakin bertambah.

“Semakin banyak generasi muda yang melakukan perjalanan ala backpacker ke wilayah-wilayah eksotis Indonesia dan ini perlu diwadahi dengan baik,” ucap Khodiyat di Jakarta, Minggu (14/11).

Ia menuturkan para backpacker meskipun tidak menjadi kontributor dalam hal penambahan wisatawan mancanegara ke Indonesia tetapi tetap harus diperhitungkan sebagai wisatawan yang melakukan pergerakan di Indonesia dan mendatangkan manfaat bagi ekonomi lokal.

Oleh karena itu, menurut dia, idealnya pemerintah mengaktifkan kembali sarana akomodasi termasuk penginapan yang layak dan terjangkau bagi mereka.

“Fasilitas seperti youth hostel yang pernah ada beberapa waktu lalu diaktifkan kembali dan dikelola dengan baik dan rapi. Ini akan sangat membantu mereka melakukan perjalanan ke Indonesia,” ujarnya.

Dalam beberapa waktu terakhir, tren generasi muda untuk melakukan backpacking ke berbagai tempat menarik di dunia termasuk Indonesia semakin meningkat.

Backpacker adalah istilah yang yang digunakan untuk para traveler dengan budget minim menjelajah tempat-tempat eksotik di seluruh dunia, sambil berjalan kaki.

Para backpacker umumnya mencari segala sesuatu yang serba murah dan sangat menikmati detail perjalanan. Untuk mengenalinya cukup mudah biasanya mereka memakai ransel punggung (backpack) dan berpakaian seadanya.

Tas punggung atau yang dikenal sebagai backpack inilah yang menjadi ciri khas mereka.

Banyak dari mereka yang ingin mendapatkan pengalaman dan berfoto di tempat-tempat yang sebelumnya belum pernah dikunjungi untuk kemudian dipajang di jejaring sosial.

Menurut Khodiyat, tren wisata itu tergolong wisata pengalaman dan ke depan akan menjadi sumber potensi yang besar untuk dikembangkan di Tanah Air.

Apalagi Indonesia memiliki ribuan tempat eksotik yang siap memberikan pengalaman unik kepada para pengunjungnya.

ant/nad

lowongan pekerjaan
PT.Swadharma Sarana Informatika, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama Rakyat Awasi Pemilu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (05/01/2018). Esai ini karya Ahmad Halim, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kota Administrasi Jakarta Utara. Alamat e-mail penulis adalah ah181084@gmail.com Solopos.com, SOLO–Pemberlakuan UU No. 7/2017 tentang Pemilihan Umum (gabungan UU No. 8/2012, UU…