Minggu, 14 November 2010 23:55 WIB Boyolali Share :

Pemkab dilarang salurkan bantuan di KRB III Merapi

Boyolali (Espos)–Pemkab Boyolali telah dilarang untuk menyalurkan bantuan logistik bagi masyarakat yang masih bertahan di kawasan rawan bencana (KRB) III dari puncak Merapi hingga radius 10 km.

Hal itu menyusul ada larangan resmi dari pemerintah pusat. Pasalnya, bantuan hanya diperuntukkan bagi para pengungsi. Jika Pemkab memberikan bantuan ke wilayah tersebut, seolah-olah telah melegalkan warga tetap tinggal di kawasan berbahaya.

Padahal, hingga saat ini status Merapi tetap awas di level 4, dimana kawasan hingga radius 10 km tidak boleh dihuni, karena sangat berbahaya.

“Kami sangat dilematis. Tetapi aturan seperti itu. Tetapi kalau ada pihak nonpemerintah yang tetap memberikan bantuan, tidak bisa kami larang,” ujar Asisten III Setda Boyolali dr Syamsudin MKes kepada wartawan, Minggu (14/11).

fid

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…