Minggu, 14 November 2010 16:45 WIB News Share :

Korban tewas Merapi di DIY capai 178 orang

Jakarta–Korban meninggal akibat letusan Gunung Merapi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bertambah lagi 10 orang. Dengan demikian, total korban tewas akibat erupsi Merapi sejak 26 Oktober di provinsi itu mencapai 178 orang.

Dari 10 jenazah, satu jenazah merupakan titipan dari RS Bethesda Yogyakarta. Ia adalah Sarju Budiraharjo asal Bronggang, Cangkringan, Sleman. Sarju meninggal karena luka bakar. Dan satu jenazah lagi dari pengungsian, Martonohari yang berasal dari desa Wukirsari, Cangkringan, Sleman. Martonohari meninggal di pengungsian karena berusia tua.

Sementara delapan jenazah ditemukan di lokasi pencarian di kawasan sekitar Gunung Merapi, Sleman. Masing-masing ditemukan di Desa Glagaharjo tiga orang, Desa Bronggang satu orang, Ngancar tiga orang, Desa Kali Tengah satu orang. “Kondisi jenazah sudah rusak, tidak bisa diidentifikasi lagi,” kata kepala Humas RS Sardjito, Trisno Heru Nugroho, ketika dihubungi, Minggu (14/11).

Total korban meninggal karena erupsi Merapi di Yogyakarta berjumlah 178 orang. 37 Orang diantaranya tewas saat erupsi Merapi yang pertama pada 26 Oktober lalu, dan sisanya tewas pada erupsi Merapi tanggal 4 dan 5 November 2010.

Sementara itu, korban luka yang masih dirawat di RS Sardjito berjumlah 81 orang. 20 orang di antaranya karena luka bakar, dan 61 orang non luka bakar. “Untuk pemakaman massal masih belum tahu karena harus menunggu keputusan Pemda Sleman,” tutup Heru.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
NSC FINANCE KARTASURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…