Minggu, 14 November 2010 10:45 WIB Ekonomi Share :

Ditolak Bukopin, BRI tak niat akuisisi bank lain

Jakarta–PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menghormati keputusan dari manajeman PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) yang menolak pinangan akuisisi dari perseroan. Penolakan ini karena BRI ingin jadi pemilik mayoritas atas saham BBKP.

Demikian disampaikan Direkur Utama BBRI, Sofyan Basir di sela-sela acara Bersepeda Untuk Bumi di Parkir Selatan, GBK Senayan, Jakarta, Minggu (14/11). “Kita menghormati keputusan mereka, kalau belum sejalan. Karena kita maunya mayoritas,” ungkapnya.

Meskipun Sofyan menegaskan, segala kesempatan untuk masuk dalam kepemilikan saham Bukopin masih bisa terjadi. Pasalnya sampai dengan saat ini, belum ada pernyataan resmi dari BBKP atas penolakan tersebut.

“Baru ada di media saja, Direktur Utamanya. Belum ada pernyataan resmi. Kecuali kalau mereka berubah pikiran,” papar Sofyan.

BRI pun usai penolakan ini, tidak lagi ekspansif untuk mengakuisisi bank. Setelah resmi mendapatkan Bank Agroniaga, perseroan akan fokus untuk membangun BRI ke depan. “Tidak ada yang lain selain ini. November hanya (bank) Agro,” paparnya.

Seperti diketahui, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar kemarin menyatakan bahwa BRI batal mengakusisi Bank Bukopin. “Kemarin Bukopin sepertinya menutup kemungkinan BRI untuk masuk,” ucap Mustafa.

Sementara menurut Direktur Utama Bukopin Glen Glenardi, BRI bukan mitra yang sejalan untuk mendukung rencana bisnis Bukopin. Pasalnya, Bukopin ingin posisi modalnya meningkat, namun jika bekerja sama dengan BRI maka hal itu tidak bisa terwujud.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
PT. BUMI AKSARA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….