Minggu, 14 November 2010 15:15 WIB Ekonomi Share :

BPS
Kenaikan cukai rokok 2011 dorong inflasi

Bandung–Rencana kenaikan cukai rokok sebesar 5%  pada tahun 2011 diperkirakan akan menjadi salah satu pendorong terjadinya inflasi tahun depan. Beban pengeluaran untuk rokok justru selama ini terbanyak berasal dari kalangan masyarakat miskin.

“Ya, cukai rokok akan dibebankan pada konsumen, dalam bentuk pajak tidak langsung, dipungut perusahaan rokok, disetor ke pemerintah,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan di Hotel Golden Flower, Jl Asia Afrika Bandung, Minggu (14/11/2010)

Rusman mengatakan dampak inflasi dari kenaikan cukai rokok dihitung dari prosentase kenaikan cukai dikalikan bobot konsumsi rokok didalam konsumsi rumah tangga.

“Bobot rokok masih dalam kelompok masyarakat miskin. Misalnya bila bobot 1% maka bobotnya 0,6%. Bobot rokok di komunitas miskin cukup besar karena dengan pengeluaran sedikit beban rokok akan dominan orang untuk orang miskin,” jelasnya.

Sebelumnya pihak Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Bea Cukai, menyatakan  kenaikan cukai rokok sebesar 5% pada 2011 akan meningkatkan penerimaan bea cukai sekitar Rp 2 triliun.

“Kompensasi dari kenaikan cukai 2011, rata-rata cukai 5% naik. Kira-kira ada tambahan kurang lebih Rp 2 triliun dari cukai,” ujar Dirjen Bea dan Cukai Thomas Sugijata beberapa waktu lalu.

Dalam RUU APBN 2011, penerimaan Ditjen Bea dan Cukai ditargetkan sebesar Rp 85,7 triliun.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
Perusahaan Outsourcing PLN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama Rakyat Awasi Pemilu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (05/01/2018). Esai ini karya Ahmad Halim, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kota Administrasi Jakarta Utara. Alamat e-mail penulis adalah ah181084@gmail.com Solopos.com, SOLO–Pemberlakuan UU No. 7/2017 tentang Pemilihan Umum (gabungan UU No. 8/2012, UU…