Sabtu, 13 November 2010 16:34 WIB News Share :

Wanita lebih banyak melahirkan bayi laki-laki tahun ini

Jakarta--Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat kelahiran bayi laki-laki ternyata lebih banyak dibanding dengan bayi perempuan. Hal ini menyebabkan jumlah penduduk berjenis kelamin laki-laki lebih banyak dibanding dengan penduduk berjenis kelamin perempuan berdasarkan hasil sensus penduduk di 2010.

“Waktu lahir, kalau tidak ada treatment apa-apa atau lahir secara normal, secara natural, kelahiran laki-laki lebih banyak dari perempuan, perbandingannya 105 kelahiran laki-laki berbanding 100 untuk kelahiran perempuan,” kata Direktur Statistik Kependudukan dan Ketenagaakerjaan BPS Wendy Hartanto Media Workshop BPS 2010 di Hotel Golden Flower, Jalan Asia-Afrika, Bandung, Sabtu (13/11).

Ia mengatakan, yang menjadi faktor dari banyaknya jumlah penduduk laki-laki disebabkan masih tingginya rasio kematian perempuan akibat dari kelahiran. “Banyaknya wanita yang meninggal sewaktu melahirkan membuat laki-laki lebih banyak. Disamping itu di Indonesia lebih banyak yang lahir itu bayi laki-laki,” tuturnya.

Namun Wendy mengatakan, tingkat harapan hidup laki-laki di Indonesia jauh lebih rentan dibandingkan dengan perempuan.

“Berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 2010, jumlah laki-laki memang lebih banyak yakni mencapai 119,51 juta sedangkan perempuan mencapai 118,05 juta. Namun jika dilihat dari harapan hidup, perempuan justru lebih tinggi dibandingkan laki-laki karena secara kromosom laki-laki memang lebih rentan sehingga laki-laki mudah meninggal daripada perempuan,” ujar Wendy.

Berdasarkan data BPS dari 237,56 juta penduduk Indonesia, jumlah penduduk laki-laki tercatat sebanyak 119,51 juta sedangkan perempuan tercatat 118,05 juta.

Berdasarkan hasil sensus, juga terungkap bahwa laju pertumbuhan penduduk untuk periode 2000-2010 mengalami peningkatan 1,49% atau naik dibanding 10 tahun sebelumnya yang sebesar 1,45%.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…